Pandemi COVID-19, Event Nasional di Sumbar Terancam Diundur

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wabah virus corona berdampak kepada banyak pembatalan kegiatan pemerintah. Mulai dari kegiatan nasional maupun daerah di Indonesia.

Di Sumatera Barat akan ada beberapa event nasional yakni Hari Keluarga Nasional ( Harganas ), Penas Tani, MTQ Nasional dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) dalam tahun ini terancam diundur jika wabah corona berlangsung lama.

baca juga: Dana PEN Rp699 Triliun, Dialokasikan ke 5 Bidang Ini

"Bisa jadi diundur kalau pandemi Covid-19 ini berlangsung lama. Kami sedang membahas ini," ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit , Rabu, 18 Maret 2020.

Menurutnya, kegiatan nasional yang akan berlangsung di Sumbar akan mendatangkan banyak orang dari luar provinsi. Tentunya pemerintah pusat berpikir panjang untuk melangsungkan kegiatan tersebut.

baca juga: Gubernur Bank Indonesia: Hingga Saat Ini Pembayaran dengan Bitcoin Masih Terlarang

"Tapi kita lihat perkembangan kedepan, sebab kegiatan nasional seperti Harganas dilaksanakan Juni, kemudian MTQ Nasional Agustus. Kalau corona ini berlangsung lama bisa saja diundur sebab akan berpengaruh juga kepada persiapan acara," jelasnya.

Walaupun demikian Nasrul Abit mengungkapkan hingga saat ini belum ada keputusan pembatalan sederetan event nasional yang akan berlangsung di Sumbar.

baca juga: Kemenpora Akan Mulai Vaksin Tahap Pertama bagi Atlet dan Pelatih

"Soal Penas Tani pak gubernur dalam waktu dekat mau rapat dengan Kementerian. Nanti hasilnya setelah rapat itu, sama dengan MTQ belum ada keputusan dari Kemenag," terangnya.

Nasrul Abit mengaku, Pemprov Sumbar tidak berani mengambil resiko dengan kondisi saat ini. Sebab kalau berdampak kepada penularan penyakit tentu Pemprov Sumbar yang disalahkan.

baca juga: Bukittinggi Mundur dari Tuan Rumah TdS 2021, Ini Penyebabnya

"Ya kami kalau kata pusat tunda, ya ditunda. Kita tidak berani mengambil resiko," katanya mengakhiri. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir