Pandemi Corona Bikin Hunian Hotel di Bukittinggi Terjun Bebas

Jam Gadang, ikon wisata Bukittinggi
Jam Gadang, ikon wisata Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -Efek pandemi corona mulai menggerus dunia pariwisata di tanah air. Teranyar, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) Bukittinggi melansir terjadi penurunan hunian yang sangat signifikan.

Sekretaris PHRI Bukittinggi Moch. Abdi mengatakan, penurunan terjadi karena adanya pembatalan dari travel agent, meeting, dan lewat booking online. Pembatalan ini terjadi untuk Bulan Maret hingga April mendatang.

baca juga: Besok, Pemko Bukittinggi Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Museum

''Ada penurunan 60-70 persen hunian, baik domestik maupun mancanegara, lockdown di Malaysia juga berperan besar terhadap hunian karena rata-rata wisatawan asing di Sumbar berasal dari sana,'' kata Abdi, Rabu 18 Maret 2020.

Turunnya hunian sebesar itu, berdampak sangat menyakitkan bagi PHRI yang punya anggota sebanyak 40an hotel di Bukittinggi , sebab mereka tetap harus mengeluarkan biaya operasional dengan jumlah yang sama, semisal gaji karyawan maupun kebutuhan lainnya.

baca juga: Jelang Lawan PSP Padang, Ini Kata Asisten Pelatih PSKB Bukittinggi

"Kondisi ini mungkin terjadi secara nasional, karenanya kita minta Pemerintah menyikapinya, sebab selama ini kan kami juga menyumbang devisa bagi negara. Pada saat ada pandemi corona yang keadaannya tak bisa diprediksi seperti sekarang, Pemerintah tentu harus ikut memikirkan anjloknya industri perhotelan,'' ungkapnya.

Tak hanya di hotel, Abdi menilai industri pariwisata terkait lainnya semisal travel agen, guide maupun objek wisata juga akan terdampak akibat pandemi corona.

baca juga: Gandeng BBPOM, Ade Rezki Sosialisasikan Keamanan Obat dan Makanan di Bukittinggi

"Objek wisata akan sepi sebab ada imbauan di mana-mana agar tetap berada di rumah, namun ada dampak positifnya, di saat sepi, objek wisata bisa membenahi segala kekurangannya,'' pungkasnya.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi