Antisipasi Penyebaran Corona, Pemko Solok Liburkan Sekolah Selama Dua Pekan

Pj. Sekda kota Solok, Nova Elvino saat rapat koordinasi bersama dinas terkait di Balai Kota Solok.
Pj. Sekda kota Solok, Nova Elvino saat rapat koordinasi bersama dinas terkait di Balai Kota Solok. (Ist)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Memaksimalkan pencegahan penyebaran Corona (COVID-19), Pemerintah kota Solok akhirnya memutuskan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar sekolah yang berada dalam kewenangan Pemko Solok , mulai dari PAUD, TK, SD dan SLTP.

Menurut Pj. Sekda Kota Solok , Nova Elvino, selain sekolah yang berada dibawah kewenangan Pemko Solok , sekolah yang berada dibawah kewenangan kantor kementrian agama (Kemenag) kota Solok juga meliburkan Sekolah.

baca juga: Bawa Sabu dan Ekstasi, Dua Pengangguran Diciduk Polisi di Solok

"Tadi pas rapat koordinasi yang juga dihadiri Kemenag kota Solok , Sekolah dibawah Kemenag juga menyesuaikan diri dengan keputusan Pemerintah kota Solok , biasanya swasta juga menyesuaikan," ungkap Nova Elvino menjawab KLIKPOSITIF , Kamis (19/3/2020).

Menurut Koordinator gugus tugas penanggulangan Corona kota Solok itu, libur sekolah diberikan selama 14 hari kedepan (dua pekan), mulai dari Jum'at (20/3/2020). Kendati diliburkan, siswa diminta untuk tetap belajar di rumah masing-masing.

baca juga: Kota Solok Catat 6 Tambahan Baru, Total Sudah 49 Kasus COVID-19

"Sebelum diliburkan, seluruh siswa SD-SMP akan diberikan tugas belajar yang harus dikerjakan di rumah, jadi aktivitas belajar tetap dilakukan meski libur untuk sementara waktu," terangnya.

Pihaknya meminta orang tua untuk tetap mengawasi anak agar tetap belajar. Apalagi, bagi siswa yang akan menghadapi ujian sekolah dan juga ujian nasional. Pengawasan penuh diserahkan pada orang tua masing-masing.

baca juga: Sudah 43 Orang, Kasus Positif COVID-19 Kota Solok Naik Drastis

Diingatkannya, siswa yang diliburkan untuk tidak memanfaatkan waktu luang dengan mengunjungi tempat-tempat wisata (keramaian), sementara waktu disarankan untuk berkegiatan di lingkungan rumah.

"Ini yang perlu kita pahami bersama, keputusan meliburkan siswa dilakukan untuk menghindari keramaian dalam rangka mencegah atau meminimalisir potensi penyebaran Corona, jangan malah dimanfaatkan untuk berwisata," tegasnya.

baca juga: Musala Al-Muhajirin Kota Solok Beralih Status Menjadi Masjid

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok , Rosavella mengatakan, seluruh guru yang mengajar di sekolah dibawah naungan Pemerintah kota Solok tetap memantau kegiatan dan tugas belajar anak didik.

"Guru bisa melakukan pemantauan terhadap anak didik melalui media komunikasi yang ada. Tidak ada kebijakan khusus, guru harus tetap datang ke sekolah atau melakukan pemantauan dari rumah, untuk mekanismenya diserahkan ke sekolah masing-masing," tutupnya.

[Syafriadi]

Editor: Khadijah