PSS Sleman Liburkan Pemain 10 Hari

PSS Sleman saat lawan Persib Bandung beberapa waktu lalu
PSS Sleman saat lawan Persib Bandung beberapa waktu lalu (Galeri PSS Sleman)
SLEMAN, KLIKPOSITIF -

Tim Liga 1 2020 PS Sleman akhirnya meliburkan pemainnya selama 10 hari. Hal ini menyusul Pandemi Covid-19 yang terus meningkat khususnya di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.

Hal ini disampaikan oleh Manajer PSS Sleman Danilo saat dihubungi Minggu 22 Maret 2020 dan ia pun mengaku telah mengumumkannya lewat akun media sosial resmi tim beberapa waktu lalu. Ia mengatakan melihat kondisi saat ini maka demi kesehatan berbagai pihak maka pemain diliburkan.

baca juga: Liga 1 2021 Mungkin Tanpa Degradasi, Ini Komentar PT LIB

"Mempertimbangkan kondisi terkini serta mementingkan aspek kesehatan pemain serta ofisial, maka tim pelatih akan meliburkan tim mulai 20 hingga 30 Maret atau sampai ada instruksi resmi berikutnya dari PSSI," kata Manajer PSS, Danilo Fernando.

Sebelumnya, tim Super Elang Jawa dijadwalkan mulai berlatih kembali jelang laga kontra PSIS Semarang. Namun program latihan yang berlangsung di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS) berlangsung tertutup.

baca juga: Demi Kebaikan Timnas Indonesia, Ini Keinginan Shin Tae Yong

Hal ini disampaikan pelatih Dejan Antonic bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi menyebarnya virus Corona baik kepada pemain, tim pelatih, maupun ofisial. Apalagi menurut pelatih asal Serbia tersebut, Pandemi Covid-19 di Yogyakarta mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Rencananya kita akan ada tempat latihan dan tidak ada orang bisa masuk. Kita ingin fokus ke tim dan semoga bisa jalan normal dan sehat," kata Dejan yang sebelumnya telah menyusun program latihan untuk menghadapi PSIS Semarang pada lanjutan pekan keempat Liga 1 2020, 4 April mendatang.

baca juga: Orang Ini Merasa Kulit Telapak Kakinya Mengelupas Saat Positif COVID-19, Begini Ceritanya

Ia menjelaskan masih punya waktu dua pekan sebelum melawan PSIS dengan lebih matang. Sebab pemainnya saat ini sudah berada di fase yang benar.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera