Wabup: Lima Puluh Kota Butuh Rp12 M untuk Penanganan dan Antisipasi Covid-19

Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ferizal Ridwan saat membagikan masker kepada anak panti asuhan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari.
Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ferizal Ridwan saat membagikan masker kepada anak panti asuhan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Wakil Bupati Lima Puluh Kota , Ferizal Ridwan mengungkapkan, daerahnya butuh kucuran dana sebesar Rp12 Miliar untuk menangani dan mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Rincian penggunaan anggaran itu menurut Feri adalah untuk menyiapkan ruang isolasi yang sesuai standar di rumah sakit dan puskesmas yang memiliki ruang rawat inap, selanjutnya untuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi ratusan petugas medis, stimulan buat petugas, penyemprotan disinfektan, dan pengadaan masker buat masyarakat.

baca juga: Hari Ini, 12 Warga Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Kasus Positif Aktif Jadi 315 Orang

Kemudian untuk operasional Gugus Tugas Covid-19, operasional pada daerah perbatasan, dan beberapa biaya yang juga untuk tindakan pencegahan ataupun pengawasan.

"RSUD dr. Achmad Darwis butuh suntikan dana paling tidak Rp3 M, puskesmas yang ada rawat inap masing-masing Rp500 juta, serta seluruh puskesmas, puskesri diaktifkan sehingga bisa melayani dan memantau kesehatan warga," terangnya.

baca juga: Kampung Bahari Nusantara Sungai Pisang Diyakini Masyarakat Bahari

Menurutnya, dana tersebut disa diambilkan dari pergeseran anggaran di Anggaran Pendapan dan Belanja Daerah (APBD), seperti mengurangi perjalanan dinas ke luar daerah bagi pejabat dan anggota DPRD, merasionalkan anggaran yang belum mendesak.

"Contohnya pembelian kendaraan, mengurangi anggaran yang dianggap mubazir seperti untuk baliho, spanduk, membatalkan program yang sifatnya mengumpulkan masa," terang Feri.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

Efisiensi menurutnya adalah kunci untuk bisa mengoptimalkan setiap anggaran di daerah.

"Apalagi di samping Rp12 M tersebut kita mesti juga punya dana cadangan atau tanggap darurat paling tidak Rp5 M," tambahnya.

baca juga: Pemko Payakumbuh Targetkan Vaksinasi Terhadap 1.000 Warga Per Hari

Dia juga berharap, pemerintah pemerintah pusat bisa mengalokasikan tambahan dana transfer daerah sebagai dampak Covid-19. (*)

Editor: Taufik Hidayat