Pedagang di Pantai Pariaman Masih Bertahan Meski Sepi Pengunjung

Lokasi pantai Pariaman tampak sepi
Lokasi pantai Pariaman tampak sepi (rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Dampak wabah COVID-19, kunjungan wisatawan di pantai Pariaman , tampak sepi bahkan pada hari libur, kendatipun demikian para pedagang masih tetap berjualan, Rabu (25/03/2020).

Keterangan dari beberapa pedagang di Pantai Gandoriah, Pariaman , sepinya pengunjung wisata terjadi semenjak satu Minggu belakangan.

baca juga: Pasien Sembuh Corona di Pessel Tambah 7 Orang, 213 Orang Masih Positif

"Sepi sekali, ini terjadi sudah sepekan. Bisa dihitung jari saja pengunjung, itupun tak ada belanja," ungkap Murni (36), salah satu pedagang makanan di Gandoriah, Rabu 25 Maret 2020.

Dikatakannya juga, dalam 5 hari belakangan, tidak lebih dari 80 ribu rupiah uang dari hasil jual beli.

baca juga: 75 Persen Perawat Meninggal Akibat Covid Tertular Dari Pasien Rawat Inap

"Tak sampai 80 ribu rupiah uang didapat setiap harinya. Kalau tidak ada perubahan bisa panik juga kami," ungkap Murni.

Menurutnya, sepinya kunjungan wisata merupakan dampak dari virus Corona . Untuk saat ini Murni dan rekan sesama pedagang cuma bisa pasrah dengan situasi demikian.

baca juga: Kemenperin Nilai Pengolahan Limbah Topang Daya Saing Industri

"Mau kerja lain tak tau, mau ngerjain apa, suami cuma nelayan ," sebut Murni.

Tidak hanya Murni yang mengeluhkan perihal tersebut, salah satu mantan tukang parkir yang baru saja meninggalkan pekerjaan parkir mengutarakan hal yang senada.

baca juga: Mantan Pemain Real Madrid Ini Dikabarkan Bangkrut

"Sudah dua hari saya tak kerja, apa gunanya sehari cuma dapat 5 ribu, jadi saya berhenti saja," ungkap Nasir (28), tukang parkir di Pantai Gandoriah.

Dikatakannya juga, empat hari belakangan sebelum dia berhenti bekerja, cuma ada 3 hingga 5 motor yang parkir.

Sementara itu, Walikota Pariaman , Genius Umar saat dimintai mengenai penutupan objek wisata mengatakan pihaknya belum menutup kunjungan wisata.

"Belum, belum ditutup, kami akan bahas soal itu," sebut Genius terkait penutupan sektor wisata atau membatasi kunjungan wisata.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri