Polisi Usut 46 Kasus Hoaks Corona, Ini Daftarnya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan hingga Kamis (26/3/2020), jumlah kasus hoaks di media sosial terkait virus corona atau COVID-19 yang telah ditangani Bareskrim Polri dan jajaran polda, mencapai 46 kasus.

"Penanganan kasus hoaks virus corona sampai dengan Kamis, 26 Maret 2020 sebanyak 46 kasus dengan penambahan dari Dittipidsiber Bareskrim Polri sebanyak satu kasus," kata Brigjen Argo saat dihubungi, di Jakarta, Kamis.

baca juga: Pernah Menang di Sentul, Ini Komentar Valentino Rossi Tentang Indonesia dan Sirkuit Mandalika

Berikut data kasus hoaks COVID-19 di media sosial yang telah ditangani oleh Bareskrim Polri dan jajaran polda se-Indonesia hingga Kamis:

Siber Bareskrim Polri 5 kasus.

baca juga: Survei Terbaru Ungkap Ganjar Pranowo Kandidat Teratas Capres 2024

Polda Kaltim 3 kasus.

Polda Metro Jaya 2 kasus.

baca juga: Dapat Kabar Jokowi Tandatangani UU Ciptaker pada 28 Oktober, Serikat Buruh dan Pekerja Rencanakan Hal Ini

Polda Kalbar 4 kasus.

Polda Sulsel 3 kasus.

baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp122 Triliun untuk UMKM

Polda Jabar 3 kasus.

Polda Jateng 2 kasus.

Polda Jatim 7 kasus.

Polda Lampung 3 kasus.

Polda Sultra 1 kasus.

Polda Sumsel 2 kasus.

Polda Sumut 2 kasus.

Polda Kepri 1 kasus.

Polda Bengkulu 2 kasus.

Polda Sumbar 1 kasus.

Polda Maluku 2 kasus.

Polda NTB 2 kasus.

Polda Sulteng 1 kasus.

Argo mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan berita hoaks karena bisa diancam pidana.

Ia menambahkan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus berpatroli untuk mencegah beredarnya berita hoaks di media sosial yang meresahkan warganet.

Selain melakukan penegakan hukum , Polri juga berupaya mengedukasi masyarakat berupa imbauan dan kontra narasi melalui media sosial resmi Polri.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini meminta masyarakat agar tidak langsung menelan mentah-mentah setiap informasi soal COVID-19 yang beredar di media sosial.

Sumber: Antara/Suara.com

Editor: Eko Fajri