Soal Penolakan Tempat Isolasi COVID-19 di Pessel, LBH Sumbar Dukung Pemkab Pakai Gedung RSUD di Bukit Kabun Taranak

Direktur Eksikutif LBH Sumbar, Zentoni
Direktur Eksikutif LBH Sumbar, Zentoni (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sumatera Barat mengungkap, untuk menghidari konflik horizontal dengan masyarakat, pihaknya meminta relokasi tempat isolasi orang terdampak COVID-19 di Pesisir Selatan , di tempatkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein yang dibangun pemerintah setempat.

Direktur Eksikutif LBH Sumbar, Zentoni mengungkapkan, dengan adanya COVID-19 saat ini, Pemkab Pesisir Selatan mesti harus berhati-hati dalam membuat kebijakan. Sebab, dalam kondisi yang tidak jelas, masyarakat tidak bisa mempecayai siapapun apalagi, Pemkab terlihat lamban.

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

"Untuk menghindari konflik horizontal dengan masyarakat yang kontra penggunaan Rusunawa jadi tempat isolasi pasien Corona. LBH Sumbar mendorong Pemkab Pessel segera merelokasi orang ODP dan PDP COVID-19 ke RSUD M Zein," ungkap Zentoni kepada KLIKPOSITIF , Jumat 27 Maret 2020.

Ia menjelaskan, menjadikan gedung RSUD yang baru sebagai tempat isolasi, daripada Rusunawa yang berada di lokasi padat penduduk itu jauh lebih tepat. Sebab, jangkauannya jauh dari pemukiman.

baca juga: DPRD Tetapkan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Pessel

"Itu pilihan yang lebih baik, karena kita tahu RSUD yang baru itu jauh di atas bukit. Ketimbang Rusunawa, banyak rumah penduduk. Jadi cukup alasan, bisa dimanfaatkan kalau memadai," terangnya.

Sementara itu, untuk memanfaatkan RSUD M. Zein Painan di Bukit Kabun Taranak sebagai tempat isolasi tentu akan membuat Pemkab dilematis. Soalnya, bangunan tersebut saat ini masih terbangkalai. Apalagi, setelah terjadi penghentian oleh bupati setempat.

baca juga: Karena Hal Ini, Bupati dan Kapolres Pessel Batal Divaksin Covid-19

"Jadi cukup bingung juga, tapi salah satu alasan kalau memadai. Saya yakin RSUD di Kabun Taranak layak untuk tempat isolasi," jelasnya.

Sebelumnya, warga di Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat rumah susun sewa (Rusunawa) yang ada di kampung setempat jadi isolasi pasien yang terjangkit COVID-19, Jumat 27 Maret 2020.

baca juga: Kasus Positif di Pessel Bertambah Empat Orang, Tiga Diantaranya Pelajar SMA dan Guru SMP

Kondisi itu, terjadi karena sebelum memanfaatkan tempat itu Pemkab belum mensosialisasikan kepada warga. Selain, itu warga menolak Rusunawa dijadikan lokasi isolasi, karena tempatnya terletak di lokasi padat penduduk.

"Kami tidak menerima rusunawa dijadikan tempat isolasi. Karena ini di sini permukiman orang banyak," ungkap Syarial (55) yang ditemui KLIKPOSITIF , di aksi sela penolakan tersebut.

Sementara untuk RSUD M. Zein di Kabun Taranak, Kecamatan IV Jurai saat ini masih belum rampung. RSUD itu bangun sejak tahun 2015 ketika Nasrul Abit menjabat. Namun, setelah Hendrajoni terpilih jadi bupati bangunan dihentikan karena alasan tidak layak sejak 2017.

Diketahui, gedung RSUD M. Zein yang baru tersebut dibangun sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2014 tentang Pinjaman Pemerintah Daerah pada Pusat Investasi Pemerintah. Kegiatannya didanai dengan pinjaman pemerintah daerah pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP/PT SMI) senilai Rp99 miliar.

Dari besaran dana itu, Rp96 miliar untuk pembangunan fisik gedung, dan sisanya sebagai pembelian perlengkapan peralatan kesehatan.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi