Pemerintah Fokus Penanganan COVID-19, HARGANAS-HAN di Sumbar Dibatalkan

Surat Pembatalan HARGANAS-HAN
Surat Pembatalan HARGANAS-HAN (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah akhirnya mulai membatalkan sejumlah kegiatan di daerah. Termasuk kegiatan nasional yang akan dihelat di Sumatra (Sumbar).

Salah satu kegiatan nasional yakni Hari Keluarga Nasional ( Harganas ) yang digabung dengan Hari Anak (HAN) resmi dibatalkan.

baca juga: Kemenkes Harap Masyarakat yang Positif Covid-19 Tidak Langsung Minta Dirawat di Rumah Sakit, Jika...

"Benar, kita sudah terima surat dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),"ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sumbar, Irwan, Selasa, 31 Maret 2020 di Padang.

Surat pembatalan Harganas -HAN tahun 2020 itu ditandatangani Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo yang ditujukan Kepada Gubernur Sumbar dengan nomor surat 289/KK.01/ HARGANAS 27/F4/2020 tertanggal 24 Maret 2020.

baca juga: Sebut Sinovac Adalah Vaksin Berisi Virus Mati, Jubir : Tidak Mungkin Menyebabkan Terinfeksi Covid-19

Diakuinya, alasan pembatalan tersebut karena adanya relokasi anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Relokasi dilakukan guna fokus anggaran dalam penanganan dampak covid-19.

"Karena kita sebelumnya ditunjuk. Kalau sudah dibatalkan, maka anggaran kita juga akan direlokasi,"katanya.

baca juga: Viral Pembagian Nasi Kotak dari Presiden, Beragam Komen Netizen Bermunculan

Disebutkannya, dalam pelaksanaan Harganas Pemprov Sumbar hanya pendamping. Panitia utama tetap BKKBN Sumbar. Dengan itu tidak banyak anggaran yang dialokasikan untuk itu.

"Kalau kita di Sumbar alokasi anggarannya tersebar pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD),"tuturnya.

baca juga: DPR Minta Menkes Buat Instrumen Penanganan Covid-19 yang Efektif

Sebelumnya, Sumbar ditunjuk menjadi tuan rumah Harganas . Kegiatan itu digabung dengan hari anak. Pada pembukaan dijadwalkan akan hadir, Presiden Joko Widodo. Selain itu kegiatan ini akan menghadirkan sekitar 10 sampai 14 ribu orang. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir