Atasi Kelangkaan, BLK Sumbar Produksi 1.120 Masker Perhari

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat mengunjungi BLK Padang Panjang
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat mengunjungi BLK Padang Panjang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Balai Latihan Kerja dibawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Barat (Disnakertrans Sumbar) bisa memproduksi 1.120 masker perhari. Produksi BLK Padang Panjang dan Payakumbuh ini mampu menutupi kelangkaan masker di provinsi tersebut.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, BLK Payakumbuh ada 12 siswa, masing-masing bisa memproduksi 40 masker tiap harinya. Sementara di BLK Padang Panjang ada 16 siswa yang juga memproduksi masker sekitar 40 buah tiap hari.

baca juga: Corona Kembali Meningkat, Kemenag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan Rumah Ibadah

"Mudah-mudahan ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat pada masker ," ujarnya, Sabtu, 4 April 2020.

Gubernur berharap produksi setiap BKL bisa ditingkatkan. Apalagi, kalau setiap satu siswa di masing-masing BLK menghasilkan 500 buah perhari setiap siswa, maka Sumbar tidak akan kekurangan terhadap masker .

baca juga: Perlancar Vaksinasi Gotong Royong, Pemerintah Tambahan Satu Juta Dosis Vaksin Sinopharm

Selain itu Irwan Prayitno berharap hasil produksi bisa lebih banyak sehingga dapat membantu kebutuhan masyarakat di luar Sumbar. Apalagi masker yang dibuat di BLK ini punya kelebihan bisa dipakai berulang setelah dicuci dan bahannya bebas bahan kimia.

Rencananya produksi masker yang dihasilkan siswa BLK ini akan dibagikan ke setiap rumah sakit dan Posko COVID-19 di tiap kabupaten/kota di Sumbar atau masyarakat yang membutuhkan.

baca juga: Tinjau Vaksinasi Massal di Komplek GBK, Jokowi: Target Seminggu Ini 100 ribu Orang

"Kalau kita kumpulkan dalam sepekan BLK bisa menghasilkan masker ada sekitar 10 ribu buah. Ini akan segera kita distribusikan ke masyarakat atau pihak yang membutuhkan. Terutama pada posko-posko Covid-19 di kabupaten kota," sebut Irwan.

Menurut Irwan, selain BLK, masyarakat yang berprofesi sebagai tukang jahit dan usaha rumahan kini mulai memproduksi masker . Bahkan saat ini sudah banyak yang menjual masker di pinggir jalan di beberapa daerah di Sumbar.

baca juga: Kasus Corona Naik, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas RS Hingga 40 Persen

"Masyarakat tidak perlu cemas, untuk masker sudah terpenuhi, hand sanitizer juga ada barangnya," ucapnya.

Sementara itu kepala Kepala UPTD BLK Padang Panjang Suryadi Boy mengungkapkan, produksi masker ini dikerjakan para siswa SMK program kejuruan menjahit. Dalam satu hari mereka bisa memproduksi masker lebih 6000 buah setiap hari. Mereka bekerja dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

"Jumlah siswa kami ada 16 orang, nantinya kita akan tambahkan siswa lebih banyak lagi khusus untuk menjahit masker ini, selanjutnya akan didistrubusikan ke masing-masing daerah," jelas Boy.

Suryadi Boy juga menjelaskan, bahwa BLK Padang Panjang Disnakertrans Sumbar juga salah satu lokasi karantina yang siapkan untuk karantina Orang Dalam Pengawasan (ODP) untuk memutus rantai pandemi Virus Corona (COVID-19) Di Sumbar.

Suryadi Boy menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan 16 kamar yang bisa dihuni nantinya, yang terdiri dari, 2 (dua) kamar VIP dan 14 (empat belas) kamar dengan masing-masing satu tempat tidur disertai kamar mandi didalam kamar. "Semuanya dalam kondisi baik," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir