Selama Destinasi Wisata Ditutup, 512 KK Pelaku Wisata di Tanah Datar Terkena Dampak

Penutupan Istano Basa Pagaruyung beberapa waktu lalu
Penutupan Istano Basa Pagaruyung beberapa waktu lalu (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Tanah Datar mencatat ada sekitar 512 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak ekonomi akibat penutupan beberapa destinasi wisata yang ada di daerah itu.

"Ada sekitar 512 KK pelaku wisata seperti pengelola, pedagang, fotogtafer, dan lainnya yang menggantungkan hidupnya di beberapa destinasi wisata di Tanah Datar ," ucap Kepala Disparpora Tanah Datar Abdul Hakim di Batusangkar, Senin 6 April 2020.

baca juga: Pasien Positif COVID yang Meninggal Bertambah di Pessel, Total Jadi 17 Orang

Ia menyebut bila dihitung setiap KK ada sekitar lima orang maka ada sebanyak 2.565 orang yang terdampak ekonomi akibat penutupan sementara destinasi wisata tersebut.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disparpora Tanah Datar Efrison menjelaskan para pelaku wisata itu bekerja di 14 destinasi wisata yakni Istano Basa Pagaruyung sebanyak 268 KK, panorama Puncak Pato sebanyak 11 KK, panorama Tabek Patah 6 KK, Nagari Tuo Pariangan 11 KK, DTanang Dream Park 5 KK, Chooki Dream Park 15 KK.

baca juga: Seorang Anggota DPRD Pasaman Barat Positif Corona

Kemudian, destinasi wisata Batu Angkek-Angkek 6 KK, Aie Angek Padang Ganting 22 KK, Pasar Van der Cappelen 21 KK, Aua Sarumpun 10 KK, Puncak Rajo Sago Lintau 9 KK, Ngalau Pangian 7 KK, Tanjung Mutiara Singkarak 53 KK, dan Aia Mancua Lembah Anai 68 KK.

Ia menyebut penutupan sementara destinasi wisata akibat mewabahnya COVID-19 ini sudah dilakukan sejak 21 Maret dan diperpanjang sampai 16 April 2020.

baca juga: KPU Tanah Datar Tempelkan DPT di Tempat Umum, Warga Diminta Memeriksanya

Pihaknya mengharapkan para pelaku wisata dapat mendukung kebijakan penutupan sementara ini guna mencegah penyebaran COVID-19. Namun demikian pihaknya akan mengajukan kepada Pemprov Sumbar agar mereka yang terdampak ini dapat diberikan bantuan. (*)

[Hms-Sumbar]

baca juga: Banyak Masyarakat Tak Percaya, Ketua Satgas: Covid-19 Bukan Konspirasi

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Rezka Delpiera