Jadi Rumah Sakit Khusus Corona, RSUD Rasidin Padang Butuh Lima Dokter Spesialis Paru

Wali Kota Padang memperlihatkan APD yang ada di RSUD Rasidin
Wali Kota Padang memperlihatkan APD yang ada di RSUD Rasidin (Humas Pemko Padang)

PADANG , KLIKPOSITIF - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin Padang yang dijadikan sebagai rumah sakit khusus Corona masih membutuhkan sebanyak lima okter spesialis paru.

Pasalnya, saat ini rumah sakit tersebut hanya memiliki dua orang dokter spesialis paru yang akan menangani pasien yang terinveksi virus Corona.

baca juga: Kunjungan Perdana Wagub ke BLK Padang, Audy: Wah, Ini Menakjubkan Sekali

"Untuk saat ini, kami hanya memiliki dua orang dokter spesialis paru dan masih kekurangan sekitar lima orang lagi," kata Direktur RSUD Rasidin, Herlin Sridiani, Kamis 9 April 2020.

Ia mengatakan, pihaknya berencana akan membentuk tiga tim untuk penanganan COVID-19 di RSUD Rasidin. Makanya, pihaknya menyatakan masih membutuhkan tambahan dokter spesialis paru.

baca juga: Menkes Sebut Hal Ini Sebagai Tantangan Terbesar Vaksinasi Covid-19

"Rencananya nanti jika sudah on/off, kami akan membentuk tiga tim yang akan bertugas masing-masing selama 14 hari," katanya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar tim medis tidak terpapar dalam melaksanakan tugasnya untuk melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19.

baca juga: Ingat Jangan Sembarangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos, Ini Alasannya

"Dari informasi yang kami peroleh, kebanyakan tim medis yang terpapar itu karena faktor kelelahan, jadi virus lebih mudah masuk," lanjutnya.

Dengan begitu, pihaknya masih membutuhkan tenaga medis yang akan bertugas di rumah sakit khusus Corona itu.

baca juga: Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Lakukan Hal Ini

"Kami sudah berkoordinasi dengan Provinsi untuk penambahan tenaga medis ini. Semoga dalam waktu dekat sudah ada," sambungnya.

Menurutnya, pihak Pemprov Sumbar telah menyanggupi untuk mencarikan dokter sprsialis paru yang akan memperkuat rumah sakit khusus Corona ini.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi