Gubernur Sumbar: Selama PSBB Kegiatan Keagamaan Dilaksanakan di Rumah

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyurati organisasi keagamaan didaerahnya. Surat tersebut berisi permintaan agar kegiatan keagamaan dilakukan di rumah selama pembelakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Surat edaran bernomor: 360/060/COVID-19-SBR/IV-2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Bidang Keagamaan Pada Kabupaten/Kota di Sumbar itu ditujukan kepada Majelis Ulama Indonesia Sumbar, Dewan Masjid Indonesia Sumbar, Persatuan Gereja Indonesia Sumbar, Perwakilan Umat Budha Sumbar, Parisada Hindu Dharma Indonesia Sumbar, dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Sumbar.

baca juga: Seorang Guru Kontak Erat dengan Pasien Positif COVID-19, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Ditutup

Dalam surat itu Irwan Prayitno menjelaskan, dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Sumatera Barat dan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 180-297-2020 tanggal 18 April 2020, perlu adanya Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Daerah Kabupaten/Kota Di Sumatera Barat, khususnya di bidang keagamaan.

Poin-poin didalamnya sebagai berikut:

baca juga: 24 Orang di Pessel Kontak dengan Pasien Kluster Bank Nagari Padang, Salah Satunya Guru

1. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu.

2. Selama penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu, kegiatan keagamaan dilakukan di rumah masing-masing.

baca juga: Hasil Tracing di Guguak Tinggi, 16 Orang Diswab

3. Pembimbing/guru agama dapat melakukan kegiatan pembinaan keagamaan secara virtual atau secara langsung dengan menerapkan ketentuan mengenai jaga jarak secara fisik (physical distancing).

4. Selama penghentian sementara kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu, kegiatan penanda waktu ibadah seperti adzan, lonceng, dan/atau penanda waktu lainnya dilaksanakan seperti biasa.

baca juga: Kontak Erat Dengan Pasien Positif Kluster Bank Nagari, 24 Warga Sutera Pessel Dikarantina

5. Selama pemberlakuan PSBB, penanggung jawab rumah ibadah wajib :

a. memberikan edukasi atau pengertian kepada jamaah masing-masing untuk

tetap melakukan kegiataan keagamaan di rumah.

b. melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di rumah ibadah masing-masing; dan

c. menjaga keamanan rumah ibadah masing-masing.

6. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di rumah ibadah, dilakukan secara

berkala dengan cara:

a. membersihkan rumah ibadah dan lingkungan sekitarnya;

b. melakukan disinfeksi pada lantai, dinding, dan perangkat bangunan rumah

ibadah; dan

c. menutup akses masuk bagi pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Petunjuk Teknis ini menjadi pedoman dalam pemberlakuan PSBB, untuk itu diminta kepada Saudara untuk menyampaikannya kepada Stakeholder terkait.

Untuk diketahui, Pemprov Sumbar rencananya akan memberlakukan PSBB selama 14 hari. Dimulai Rabu, 22 April hingga 5 Mei 2020. Dari jadwal tersebut umat Islam telah melaksanakan puasa. Itu artinya salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing.(*)

Editor: Joni Abdul Kasir