Anak Ini Jadi Yatim Piatu Setelah Ibunya Meninggal di Tambang Solsel

Lokasi tambang emas di Solsel
Lokasi tambang emas di Solsel (Istimewa)

SOLSEL , KLIKPOSITIF -Kisah sedih diungkapkan Rahman Rajo Bungsu, saudara jauh dari Fitri Yanti alias Ipit (38) perempuan satu-satunya yang meninggal dunia di lokasi tambang emas tradisional Talakiak Nagari RPC Solok Selatan ( Solsel ).

"Suaminya meninggal dunia lima bulan yang lalu, meninggal biasa bukan karena mendulang emas," kata Rahman.

baca juga: Penampakan 3 Harimau di Perkampungan Solok Selatan, Ini Kata Balai TNKS Sektor Batang Suliti

Dia melanjutkan Almarhumah Fitri Yanti memiliki anak perempuan tiga orang, yang tertua sudah berkeluarga dua orang masih dalam tanggungan.

"Anaknya yang nomor dua saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Padang dan nomor tiga masih kelas dua SD," jelasnya.

baca juga: Terkait Hal Ini, Pemkab Solok Selatan Tandatangani Kerja Sama dengan Politeknik Negeri Padang

Rahman melanjutkan Almarhumah tidak ingin anaknya putus kuliah dan tetap berupaya memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Dia menambahkan, di tengah situasi saat ini hasil pertanian seperti karet, pinang dan manggis yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga, harganya turun drastis, sehingga hasil panen tidak mencukupi biaya kehidupan.

baca juga: Porang, Durian dan Kapulaga Masuk Komoditi Unggulan Pertanian Solsel, Ini Alasannya

"Dalam usahanya mewujudkan keinginan inilah almarhumah mencoba peruntungan mendulang emas dengan mengajak adik kandungnya Buyung Suhardi untuk menemani ke lokasi tambang," katanya.

Namun imbuhnya, takdir berkata lain. Usahanya tertunda, sebab Almarhumah bersama adiknya adalah dua orang dari sembilan korban yang meninggal di lokasi tambang pada Sabtu 18 April 2020.

baca juga: DPRD Setujui Ranperda RPJMD Solsel 2021-2026 Jadi Perda

Rahman berharap akan ada pihak-pihak yang peduli sehingga anak almarhum bisa melanjutkan pendidikannya.

"Sudah tidak ada lagi tempat bergantung bagi anaknya, semoga anak almarhum bisa tetap melanjutkan pendidikannya," harapnya.

Almarhum Buyung Suhardi imbuhnya, juga meninggalkan dua orang anak yang saat ini sekolah di SMP dan SD.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi