Bulog Sumbar Akan Ganti Beras Bantuan Pemerintah yang Rusak di Pessel

Aktivitas bongkar muat beras di gedung Bulog Sumbar
Aktivitas bongkar muat beras di gedung Bulog Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Urusan Logistik Sumatera Barat ( Bulog Sumbar ) berjanji akan mengganti beras bantuan yang rusak di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Bulog Divre Sumatera Barat, Tommy Despalingga menyampaikan, pihaknya akan menelusuri kejadian tersebut.

baca juga: Sebanyak Empat Personel Polres Payakumbuh Positif COVID-19 Setelah Berkegiatan Padang

"Segera saya perintahkan anggota ke lapangan untuk mengecek hal ini," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Senin, 20 April 2020.

Menurutnya, kondisi dan kualitas beras yang dibagikan menjadi tanggung jawab Bulog dan pihak akan mengganti dengan beras baru.

baca juga: Update Hari Ini, Pasien COVID-19 Agam Banyak yang Sembuh

"Harus diganti, ini sudah menjadi tanggung jawab kami," katanya.

Sebelum diberitakan, pembagian beras bantuan terdampak langsung COVID-19, di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus menuai polemik. Mulai dari pembagian tidak sesuai aturan di tingkat nagari, hingga kualitas beras yang buruk.

baca juga: Kasus COVID di Pessel Terus Bertambah, Total Hingga Hari Ini Sudah Tercatat 253 Orang

Beras yang kurang baik ini ditemukan di Nagari Surantih, Kecamatan Sutera. Di mana warga yang menerima bantuan ini, mendapati beras sudah dalam kondisi menguning dan berbau setelah dimasak.

"Ya beras, yang saya dapat kuning, dan saat dimasak bau karung," ungkap salah seorang warga penerima, Liza (41) kepada KLIKPOSITIF , Minggu 19 April 2020.

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Meningkat, Semen Padang Hospital Tambah 23 Tempat Tidur

Ia mengaku, beras yang diterimanya sudah didapat Jumat 17 April 2020 lalu, karena kondisi tidak bagus untuk dikonsumsi, ia membagikan pada orang membutuhkan.

Senada dengan Liza, Reni (49) juga mendapati bantuan beras dengan kondisi sama. Karena, setelah dimasak tidak enak dimakan, berbau karung.

Terpisah, PLT Wali Nagari setempat, Iwal mengaku, pihaknya sudah menerima langsung terkait beras yang sudah diterima masyarakat. Namun, karena kewenangan pemerintah nagari terbatas, ia tidak dapat menganti sesuai harapan warga.

"Kita akan menyampaikan kepada TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), supaya bisa disampaikan kepada Dinas Sosial bahwasahnya beras yang kemarin kurang bagus," jelasnya.

Sebelumnya, ia menyebutkan, tidak mengecek langsung kondisi beras yang akan didistribusikan. Karena, kewenangan nagari hanya sebatas membagikan.

"Jadi kita tidak bisa membedakan mana yang pirang atau tidaknya. Karena saat kita terima langsung kita serahkan," terangnya.

Anggota DPRD Pessel Dapil III (Sutera-Lengayang), Ikal Jonedi mendesak Pemkab setempat, untuk menganti kembali beras yang diterima warga. Sebab, tujuan bantuan berad itu untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Harapan kita Pemkab harus mengganti kembali. Tentunya, yang layak untuk dikosumsi," ujarnya.

Untuk bantuan selanjutnya, kata Ikal Jonedi sebelum menyerahkan bantuan, Pemkab harus lebih teliti lagi. Tidak soal data yang akan didistribusikan, tapi juga soal kualitas.

"Karena kita ingin, bantuan ini benar-benar bermanfaat untuk masyatakat. Jadi Pemkab, harus lakukan kroscek sebelum membagikan," tutup politis Demokrat itu.

Untuk diketahui, bantuan beras tersebut merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat yang terdampak Pandemi COVID-19. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir