Pemko Solok Tiadakan Ibadah Berjamaah di Masjid, Masyarakat Diminta Patuh

Wali Kota Solok, H. Zul Elfian saat melepas tim penyebarluasan informasi
Wali Kota Solok, H. Zul Elfian saat melepas tim penyebarluasan informasi (Prokomp)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota Solok menegaskan untuk meniadakan sementara waktu pelaksanaan ibadah berjamaah di masjid dan musala, baik yang sifatnya wajib maupun sunnah selama Ramadan 1441 Hijriah. Termasuk kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Menurut Wali Kota Solok , H. Zul Elfian, berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama nomor 6 tahun 2020 dan Instruksi Gubernur Sumbar nomor 360/051/COVID-19-SBR/IV-2020, pihaknya telah membuat surat kesepakatan bersama terkait pelaksanaan ibadah selama Ramadan.

baca juga: Pulang Kampung ke Solok, Audy Joinaldy Silaturahmi dengan Pers

"Hasil kesepakatan, untuk sementara waktu, kita meniadakan salat Jum'at, salat berjamaah lima waktu, tarwih, tilawah dan tadarus di masjid/musala atau surau di Kota Solok ," ungkap Zul Elfian didampingi Kabag Prokomp, Nurzal Gustim, Rabu (22/4/2020).

Namun ditegaskannya, masyarakat jangan salah kaprah. Ibadah-ibadah tersebut dialihkan pelaksanaannya ke rumah masing-masing, untuk mencegah penyebaran dan penularan virus Corona.

baca juga: Sekolah Mulai 13 Juli 2020, Pemkab Solok Terapkan Pembelajaran Daring dan Luring

Selama Ramadan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi maklumat bersama Pemko Solok , Forkompinda serta tokoh masyarakat terkait pembatasan jam malam yang telah dikeluarkan sebelumnya.

"Kita minta seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk menunda atau meniadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak seperti buka bersama, pengajian dan kegiatan keramaian lainnya," tuturnya.

baca juga: Angka Positif COVID-19 Sumbar Capai 791, Jubir: 661 Diantaranya Dinyatakan Sembuh

Pihaknya juga meminta seluruh pemilik usaha rumah makan dan penjual makanan siap santap untuk tidak berjualan di siang hari. Sementara untuk malam, tetap mempedomani maklumat bersama dan instruksi terkait PSBB.

Begitu juga dengan pemilik atau pengelola usaha karaoke, hiburan malam dan wisata serta tempat hiburan lainnya yang berpotensi mengumpulkan orang dilarang untuk beroperasi.

baca juga: Virus Corona Diduga dapat Menyebar di Udara, Ilmuwan Rancang Filter Udara

"Untuk dunsanak kami yang ada di perantauan, kami minta untuk menunda dulu pulang kampung, akan tetapi apabila mendesak silahkan namun wajib melaporkan diri ke posko COVID-19 di daerah masing-masing," imbaunya.

Ditegaskannya, pihaknya bersama tim gabungan penanganan COVID-19 Kota Solok akan menindak tegas siapa saja yang menghalangi upaya pencegahan dan penanggulangan wabah Corona.

Dalam kesepakatan bersama Pemko Solok tersebut juga ditandatangani oleh semua unsur lembaga seperti DPRD, Kapolres, Dandim 0309/Solok, Kemenag, MUI Kota Solok , LKAAM dan Bundo Kanduang.

Penulis: Syafriadi | Editor: Rezka Delpiera