BLK Padang Produksi Peti Mati Pesanan Dua RS Rujukan COVID-19

Proses Pembuatan Peti Mati
Proses Pembuatan Peti Mati (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Balai Latihan Kerja (BLK) Padang memproduksi peti mati sebanyak 15 buah, Kamis (23/4/2020). Di ruang Workshop Teknik Bangunan BLK Padang, para tenaga instruktur mengerjakannya sesuai dengan pesanan dua Rumah Sakit (RS) Rujukan COVID-19 yakni, RSUP Dr M Djamil Padang dan RS Unand.

Selain itu, peti mati yang dibuat di BLK Padang tersebut berbeda dengan peti biasanya, di bagian dalam ada tiga lapisan yang sengaja dibuat untuk mengantisipasi cairan para jenazah yang terindikasi COVID-19.

baca juga: Warga Pasbar Sudah Boleh Gelar Resepsi Pernikahan, Ini Syaratnya

Tenaga Instruktur Bangunan BLK Padang, Rahmad Yulianto, mengatakan, produksi peti mati tersebut khusus bagi jenazah yang meninggal karena terinfeksi virus Corona atau COVID-19.

"Ada dua rumah sakit yang memesan peti mati di sini, RSUP Dr M Djamil Padang dan RS Unand. Dipesan dari tanggal 17 April 2020 kemarin," kata Rahmad Yulianto kepada KLIKPOSITIF , Kamis, (23/4).

baca juga: KKN di Tengah Pandemi, Mahasiswa KKN UNRI di Pessel Bagi-bagi Masker

Menurutnya, peti mati jenazah pasien COVID-19 berbeda dengan peti mati biasa. "Di lapisan bawah terdapat aluminium foil, setelah itu busa dan kain putih biasa serta diberi kain parasut. Untuk dalamnya sekitar 60 centimeter, panjang 2 meter - 2,1 meter dan lebar 80 centimeter (kepala) serta 40 - 50 centimeter (kaki)," terangnya.

Ia menjelaskan bahan peti mati yang dibuat ialah kayu multipleks tebal 1,8 centimeter. Kalau peti mati biasa bahannya kayu jati, kayu meranti dan kayu mahoni.

baca juga: Pasien COVID-19 Sumbar Banyak Sembuh, Karantina Hanya Tinggal di BPSDM

"Proses perakitan kayu multipleks diukir dahulu, setelah itu direkat dengan lem kayu, paku tembak, pakai scrub dirangkai dan di finishing dahulu setelah itu baru dimasuki aluminium foil, kain putih, busa dan kain parasut," paparnya.

Selanjutnya ia mengatakan, untuk peralatan dilengkapi dengan mesin potong, mesin belah, bor listrik, stoples tembak, paku tembak, mesin amplas dan komponen-komponen alat yang kecil lainnya.

baca juga: Diisolasi Hampir Dua Bulan, Seorang Nenek di Solsel Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

"Dalam satu peti itu diperkirakan pengerjaan sehari itu satu peti dalam satu kelompok, satu kelompok terdiri dari tiga orang. Saat ini sudah selesai 15 peti untuk diuji coba, rencananya akan dikerjakan 15 peti lagi," ujarnya.

Kepala BLK Padang, Syamsi Hari mengatakan, pelatihan dilakukan selama dua minggu ke depan untuk mengerjakan pembuatan Peti COVID-19 (PC19). Di mana dikerjakan oleh kejuruan bangunan di BLK Padang.

"Yang mengerjakannya Sub Kejuruan Mebeler, selama ini hanya membuat lemari dan kayu kontruksi. Tapi kali ini kita bisa membuat untuk peti COVID-19," katanya.

Dia menambahkan BLK Padang selalu mensupport dan siap dalam kondisi apapun, terutama dalam membuat semua perlengkapan untuk penanggulangan COVID-19.

"BLK Padang selalu terbuka, tidak hanya pembuatan peti Covid-19, disini kita juga membuat masker, Alat Pelindung Diri (APD) dan bilik disinfektan untuk penanggulangan COVID-19," tutupnya.

Editor: Muhammad Haikal