Alami Demam dan Batuk, Tiga TKI yang Dikarantina di PPSDM Baso Jadi ODP

Suasana Pos Perbatasan Garegeh
Suasana Pos Perbatasan Garegeh ((KLIKPOSITIF/Hatta Rizal))

PADANG, KLIKPOSITIF -- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikarantina naik status menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP). Hal tersebut dikarenakan, mereka mengalami demam dan batuk.

"Kita setiap hari dapat laporan dari tim Karantina, kemarin ada 3 orang TKI yang dikarantina di PPSDM Baso mengalami demam dan batuk, sehingga naik statusnya menjadi ODP, dan akan dikoordinasikan ke RSAM untuk segera dilakukan test swab," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , Sabtu (25/4/2020).

baca juga: Hari Ini Kabupaten Solok Tambah 7 Kasus Baru COVID-19, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Jasman menambahkan, hingga saat ini, warga yang masih di karantina dengan rincian, ODP sebanyak 22 orang, PPT sebanyak 72 orang, OD -CPR sebanyak 18 orang. "Jumlah ini akan berubah setelah hasil pemeriksaan selesai di PPSDM Baso," ujarnya.

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Pemerintah Kota Bukittinggi mencekal 2 unit bus tujuan Sumatera Barat yang membawa TKI dari Malaysia .

baca juga: Riset Baru Ungkap Terserang Flu Biasa Bisa Latih Tubuh Hadapi Covid-19

Dua bus berpenumpang penuh itu, dihentikan di Pos Pemeriksaan Garegeh, sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis 23 April 2020.

Kepala Bagian Humas Pemko Bukittinggi Yulman mengatakan, pihaknya menolak kedatangan bus dengan 94 penumpang tersebut.

baca juga: Bukittinggi Tambah 1 Pasien Positif COVID-19, Total 21 Kasus

"Mereka datang dari Malaysia , sesampai di Indonesia, mereka menggunakan bus sewaan dengan tujuan Bukittinggi," ungkapnya.

Editor: Muhammad Haikal