Sepekan Operasi Ketupat Singgalang, 350 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu (Humas Polda Sumbar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, petugas yang tergabung dalam Operasi Ketupat Singgalang 2020 telah melarang kendaraan yang keluar maupun masuk ke Sumbar. Diketahui, Operasi Ketupat Singgalang sudah di mulai sejak tanggal 24 April sampai dan berakhir tanggal 31 Mei 2020.

Hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (COVID-19). Untuk itu ratusan kendaraan sudah tidak bisa lagi masuk ke provinsi Sumbar.

baca juga: Update COVID-19 di Bukittinggi, 811 Sampel Negatif

"Sekitar 350 kendaraan baik roda dua, roda empat maupun bus sudah disuruh putar balik oleh petugas Pos Pam Ops Ketupat Singgalang 2020 yang berada di perbatasan," katanya di Mapolda Sumbar, Jumat (30/4/2020).

Satake menambahkan, larangan tersebut mengacu pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

baca juga: Beredar Info Anggota DPRD Sumbar Positif COVID-19, Supardi: Alhamdulillah Masih Sehat

Menurutnya, terdapat beberapa kategori kendaraan yang bisa keluar masuk Sumbar, seperti mobil pemadam kebakaran, kendaraan membawa kebutuhan pokok, ambulance, dan truk pengangkut bahan bakar.

"Kami berharap masyarakat dapat memahaminya, demi kebaikan bersama untuk mencegah penyebarannya virus ini", ujarnya.

baca juga: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indonesia Gunakan Metode Farmakologi, Apa Itu?

Satake mengimbau kepada masyarakat untuk sementara ini tidak melaksanakan mudik ataupun masuk ke Sumbar. "Kalau mau bersilaturahmi, kita bisa menggunakan alat teknologi yang sekarang ini, baik itu telepon dan video call," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal