Bayi Meninggal Diduga Diterlantarkan di RSUP M. Djamil Padang, Ini Kronologinya

PARIAMAN , KLIPOSITIF- Seorang bayi asal Pariaman meninggal di RSUP M. Djamil Padang pada Kamis (29/04/2020). Meninggalnya bayi usia 1 bulan tersebut menjadi viral lantaran pihak keluarga menganggap bahwa kematian bayi itu akibat ditelantarkan oleh pihak rumah sakit tersebut.

Perihal itu, Rydha yang merupakan orang tua dari bayi tersebut mengatakan, pihaknya akan menuntut pihak RSUP. M. Djamil Padang.

baca juga: Rumah Dilalap Api, Nenek 86 Tahun Meninggal Terbakar di Lubeg Padang

"Kami sebagai keluarga tidak terima perlakuan pihak rumah sakit M. Djamil Padang. Kami merasa, anak kami telah ditelantarkan, tidak ditanggapi dengan cepat, sehingga dia meninggal," ungkap Rydha pada KLIKPOSITIF , Minggu 03 Mei 2020.

Rydha menuturkan, anaknya bernama Isyana Putri Aisyah (1 bulan) satu hari sebelum di rujuk ke RSUP M. Djamil Padang, telah dirawat pada di IGD rumah sakit Aisiyah Pariaman .

baca juga: Andre Rosiade Bagikan Puluhan Ribu Masker Medis untuk RSUP M Djamil, RS Unand dan SPH

"Pihak rumah sakit Aisiyah merujuk anak kami ke M. Djmalil Padang lantaran alat medis di sana lengkap. Namun sampainya di sana anak kami ditangani seperti pasien layaknya COVID-19," sebut Rydha.

Padahal, kata dia lagi, sebelum dia mendapatkan surat rujukan, pihak rumah sakit Aisiyah telah memeriksa anaknya terkait gejala COVID-19.

baca juga: Sehari Usai Pelantikan, Sekda Pariaman ini Langsung Rapat dengan OPD Bahas 3 Poin Penting

"Dan pihak rumah sakit Aisiyah mengatakan kalau anak kami tidak terindikasi COVID-19," sebut Rydha.

Lantaran tidak mendapatkan penanganan segera, jelas Rydha lagi, 3 jam setelah sampai di Padang, anaknya meninggal dunia. "Sekitar pukul lima sore anak kami meninggal," sebut Rydha.

baca juga: Pemko Pariaman Jamin Kebutuhan 3 Anak Azwardi yang Menderita Kerapuhan Tulang

Terkait itu semua, Direktur RS Aisyiah Syahrul Adhly, saat dimintai keterangan membenarkan kalau bayi malang itu dirujuk dari rumah sakit tersebut.

"Bayi itu telah diperiksa di IGD dan telah diinfus. Bayi itu harus dirujuk ke Padang lantaran diagnosa ada penyumbatan paru-paru. Selain itu, kenapa kami sarankan ke Padang, karena pasien telah kami periksa juga terkait indikasi COVID-19, hasilnya negatif," ungkap Syahrul.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani