Ini Kendala Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam Pendataan Dana Bansos COVID-19

Ilustrasi
Ilustrasi (Internet)

PADANG, KLIKPOSITIF - Data penerima Bantuan Sosial ( Bansos ) COVID-19 untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga saat ini masih belum final. Pemerintah kabupaten itu memperkirakan akan selesai pada pekan ini.

"Saat ini kami masih terkendala dengan data penerima bantuan, arena untuk pendataan kami membutuhkan waktu yang lama," kata Wakil Bupati Kepulauan Mentawai , Kortanius Sabeleake dalam wawancara online pada Minggu 3 Mai 2020 malam.

baca juga: Pakar Gempa Ingatkan Warga Terkait Gempa dan Tsunami yang Masih Mengancam Kota Padang

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah masyarakat yang akan menerima bantuan tersebut.

"Kami memiliki struktur geografis yang berbeda dengan daerah lain. Untuk menuju satu desa, kami harus menggunakan perahu dengan jalur laut atau subgai. Makanya kami terlambat dalam pendataan ini," lanjutnya.

baca juga: Legislator Minta BKP Tindak Lanjuti Temuan Permasalahan Data Bansos

Tidak hanya sebatas permasalahan Geografis di Kepulauan Mentawai untuk pendataan tersebut, masih kurangnya masyarakat yang memiliki Kartu Keluarga (KK) terbaru juga jadi masalah.

"Kami juga terbentur dengan masyarakat yang masih belum mengurus KK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) terbaru saat ini. Sementara untuk bantuan tersebut harus sesuai dengan dokumen itu," lanjutnya.

baca juga: ACT Sumbar Berangkatkan Kapal Ramadhan Mentawai, Isinya Bantuan untuk Mualaf di Siberut Selatan dan Sikakap

Menurutnya, dari 43 desa yang didata, masih tersisa sebanyak 11 desa yang belum didata masyarakat yang akan menerima bantuan tersebut.

"Kami targetkan Selasa atau Rabu pendataan akan selesai. Setelah itu akan kami serahkan ke provinsi agar anggarannya bisa dicairkan," lanjutnya.

baca juga: Anggota DPR Dukung Pelaporan 21 juta Data Ganda Penerima Bansos ke KPK

Ia berharap semuanya akan selesai sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan, sehingga masyarakat di Kepulauan Mentawai juga bisa bernafas lega dengan adanya bantuan tersebut.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi