Banjir Hingga Setinggi Atap di Mentawai, Ribuan Masyarakat Mengungsi ke Ladang

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepulauan Mentawai dilanda banjir setelah daerah tersebut diguyur hujan deras, Minggu 3 Mei 2020.

Wakil Bupati Mentawai , Kortanius Sabeleake dalam wawancara online Minggu malam 3 mengatakan, hujan deras melanda Mentawai sejak Kamis 30 April 2020.

baca juga: Pakar Gempa Ingatkan Warga Terkait Gempa dan Tsunami yang Masih Mengancam Kota Padang

Sedikitnya, banjir merendam 10 desa di Kepualaun Siberut. Tercatat, 1844 Kepala Keluarga terpaksa harus mengungsi ke daerah ketinggian. Tempat pengungsian yang ada tidak berupa rumah, melainkan ladang masyarakat.

"Pada Jumat pagi saya mendapat kabar dari Kepala Desa Pojakan di Pulau Siberut bahwa pemukiman masyarakat sudah terendam banjir," katanya.

baca juga: ACT Sumbar Berangkatkan Kapal Ramadhan Mentawai, Isinya Bantuan untuk Mualaf di Siberut Selatan dan Sikakap

Ternyata, tidak hanya daerah itu saja. Sembilan desa lainnya terendam bahkan sampai ke atap rumah warga. "Pemukiman masyarakat yang berada di pinggir sungai memang air sampai ke atap, tapi pemukiman masyarakat yang agak tinggi tidak terlalu parah," katanya.

Setelah mendapatkan kabar itu, pihaknya langsung mengeluarkan stok pangan yang berada di gudang Dinas Sosial untuk diberikan ke masyarakat yang terdampak.

baca juga: Gempa 5,7 SR Guncang Mentawai, Terasa Hingga Payakumbuh

"Kami memiliki stok pangan sebanyak 100 ton yang diberikan pemerintah provinsi. Kami berencana akan menyerahkan hari Jumat itu juga sebanyak tiga ton kepada masyarakat," lanjutnya.

Namun, cuaca berkata lain. Hujan kembali mengguyuri Tanah Sikerei dan badai di lautan membuat pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyalurkan bantuan.

baca juga: KMP. Tanjung Burang, Kapal Baru Rute Padang - Mentawai

Hingga Minggu 3 Mai 2020, bantuan yang sudah disediakan masih belum bisa tersalurkan karena keadaan cuaca yang masih belum bersahabat.

"Kami berencana besok (Senin 4 Mai 2020) akan menyerahkan bantuan sebanyak 19 ton beras dan obat-obatan untuk masyarakat. Mudah-mudahan cuaca mulai aman," lanjutnya.

Sejumlah bantuan tersebut menurutnya sudah dikemas dan dimasukkan ke dalam dua unit kapal speed boat untuk diserahkan.

"Nanti seluruh bantuan akan kami drop ke kantor camat dan seluruh kepala desa sudah kami koordinasikan untuk menjemputnya," lanjutnya.

Bantuan itu diperkirakan akan bisa bertahan selama satu pekan kedepan oleh masyarakat Kepulauan Mentawai yang terdampak banjir.

Menurutnya, keadaan banjir di Kepulauan Mentawai saat ini sudah mulai surut. Hanya tinggal tiga desa lainnya yang masih terendam banjir.

"Dari informasi terbaru, masih ada tiga desa yang terendam, yaitu Desa Monganpaola, Desa Melancan dan Desa Simatalu," sambungnya.

Ia berharap bantuan kepada masyarakat dapat disalurkan secepatnya, agar tidak ada masyarakat yang kelaparan karena kondisi bencana saat ini.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera