Inflasi Ramadan Tahun Ini Lebih Rendah dari Biasanya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS ) Kecuk Suhariyanto mengatakan, laju inflasi sebesar 0,08 persen sepanjang bulan April 2020 merupakan laju inflasi yang tak biasa.

Apalagi kata dia, bulan tersebut dibarengi dengan datangnya bulan suci ramadan, dimana biasanya harga kebutuhan pokok menjulang tinggi.

baca juga: Booming Sepeda Sanki di Payakumbuh, Minions Rider Restorasi Sepeda Jadul Jadi Trendi

"Rendah sekali tidak biasa di bulan ramadan," kata Kecuk saat konfrensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Kecuk mengungkapkan, rendahnya laju inflasi merupakan imbas dari merebaknya virus corona atau Covid-19 di tanah air, Kecuk menuturkan, pembatasan aktivitas sosial secara besar-besaran membuat orang tak bepergian.

baca juga: Deteksi COVID-19, Pemkab Solok Lakukan Pool Test pada 30 Kluster

"Kemungkinan permintaan barang dan jasa menurun karena adanya aktivitas penurunan sosial karena adanya larangan beraktivitas karena Covid-19," kata Kecuk.

Penurunan aktivitas ini kata dia sudah cukup mampu menurunkan daya beli masyarakat, sehingga laju inflasi yang biasanya meroket jelang ramadhan bisa ditekan.

baca juga: Usut Kasus Korupsi Jiwasraya, Kejagung Periksa 16 Saksi

"Melambatnya inflasi bisa terjadi karena faktor ketersedian pasokan pangan, pemerintah menyiapkan ketersedian sejak awal kalau kita lihat harganya sangat stabil dan juga adanya penurunan daya beli akibat pembatasan sosial," ucapnya.

Badan Pusat Statistik ( BPS ) mencatat laju inflasi sepanjang bulan April 2020 sebesar 0,08 persen, angka inflasi ini terbilang kecil jika dikaitkan dengan datangnya bulan Ramadan.

baca juga: Kabar Baik, Satu Lagi Pasien COVID-19 Asal Bukittinggi Sembuh di RSAM

Dengan laju inflasi 0,08 persen tersebut, laju inflasi di tahun kalender (year to date) 2020 menjadi 0,84 persen dan inflasi tahunan (year to year) menjadi 2,67 persen.

Editor: Eko Fajri