AS dan Inggris Sebut Ada Upaya Peretasan di Laboratorium Pengembangan Vaksin Corona

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Laboratorium dua negara yang sedang mengembangkan vaksin corona dilaporkan diserang oleh hacke. Adalah Inggris dan Amerika Serikat yang menyebut mereka berusaha diretas oleh hacker yang disokong negara pesaing.

Dilansir dari Sky News, China, Rusia, dan Iran, disinyalir menyokong usaha pencurian data di universitas, farmasi dan lembaga penelitian tanggap virus Corona. National Cyber Security Center (NCSC) Inggris dan Badan Keamanan Infrastruktur dan Cybersecurity AS (CISA), mendesak para pekerja di bidang kesehatan dan penelitian medis untuk mengubah kata sandi yang mudah ditebak.

baca juga: iOS 15 Telah Dirilis, Apple Tetap Berikan Update iOS 14

Mereka juga menyarankan sektor-sektor yang bergerak dibidang penelitian Covid-19 untuk menggunakan keamanan berlapis demi melindungi peretasan kata sandi. "Kami dapat memberi tahu mereka tentang segala aktivitas jahat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu mereka mempertahankan diri dari itu," kata NCSC dilansir Sky News, Rabu (6/5/2020).

Pada peretasan kali ini, NCSC tak melaporkan adanya kebocoran data dari lembaga medis. Namun, tetap mengingatkan bahwa frekuensi peretasan di tengah pandemi akan semakin masif lantaran informasi dari laboratorium kini menjadi barang penting.

"Tapi kami tidak bisa melakukan ini sendirian. Pembuat kebijakan kesehatan dan peneliti harus mengambil langkah yang dapat ditindaklanjuti untuk mempertahankan diri dari usaha peretasan ini."

baca juga: Beats Studio Buds Resmi Dijual, Ada Tiga Varian Warna

Bulan lalu, NCSC menciptakan Layanan Pelaporan Email Mencurigakan setelah melihat peningkatan dalam penipuan email terkait coronavirus

Editor: Ramadhani