Cuaca Buruk, Nelayan di Pariaman Tidak Melaut

Nelayan menarik kapal
Nelayan menarik kapal (rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Sudah tiga pekan lamanya, banyak nelayan di Kota Pariaman tidak melaut sebab cuaca buruk. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pariaman Adek Oswandi menjelaskan meski cuaca buruk, beberapa nelayan tetap melaut meski tidak mendapatkan hasil tangkapan yang memadai.

"Benar, sudah masuk tiga pekan lamanya sebagian nelayan di Pariaman tidak melaut sebab cuaca tidak menentu. Sering terjadi badai di laut," ungkap Adek Oswandi, Jumat 08 Mei 2020.

baca juga: 70 Tahun Bergelut dengan Benang dan Jarum, Musniar "Pewaris Sulam Tertua" di Naras: Menyulam Menggurui Jiwa

Nelayan yang tidak melaut terpaksa menepikan kapal dan melakukan aktivitas di rumah. Sembari menunggu cuaca membaik, para nelayan menggunakan waktu untuk memperbaiki jala.

"Ini juga berhubungan dengan dampak COVID-19, dimana warga diharapakan tetap di rumah saja, tambah lagi karena cuaca buruk," sebut Adek.

baca juga: Dekat dengan Masyarakat, Aiptu Abdi Jadi Bhabinkamtibmas Terbaik di Pariaman

Adek menjelaskan di kawasan tersebut ada sekitar 1500 orang nelayan . Rata-rata nelayan itu berpenghasilan menengah ke bawah. Sebagian banyak nelayan mengeluhkan perihal situasi tersebut.

Salah satu nelayan bernama Anas (33) mengungkap jika dirinya sudah 2 Minggu ini tidak melaut. Di hari terakir melaut, kata dia lagi, Anas dan 5 orang rekannya hanya mendapat ikan tak sampai 6 kilogram.

baca juga: Diizinkan Buka Poliklinik, RSUD Pariaman Kembali Layani Pasien Umum

"Kondisinya begini, saat kita berangkat dari pantai, cuaca tampak baik-baik saja, namun sampai di tengah cuaca sudah mulai memburuk, badai, hujan, karena itu sulit mendapatkan ikan," jelas Anas.

Saat ini, Anas hanya melakukan aktivitas di rumah. Selagi cuaca buruk dia menggunakan kesempatan itu untuk memperbaiki pukat dan jala. Harapannya cuaca segera membaik dan nelayan bisa mencari rezeki di tengah-tengah sulitnya ekonomi sebab terdampak COVID-19.

baca juga: Padang Pengecekan Swab Terbanyak Selama Pandemi

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani