AP II Jalankan Protokol COVID-19 di BIM, Sejumlah Penumpang Batal Berangkat menuju Soetta

Bandara Internasional Minangkabau
Bandara Internasional Minangkabau (KLIKPOSITIF/HASWANDI)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Yos Suwagiono, sejumlah penumpang pesawat udara batal berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman tujuan Soekarno Hatta (CGK) Tangerang, Minggu (10/5/2020).

"Ada sejumlah penumpang batal berangkat dari BIM, itu hasil pemeriksaan dokumen oleh petugas di Tim Satgas COVID-19 BIM," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF .

baca juga: Hari Ini Kabupaten Solok Tambah 7 Kasus Baru COVID-19, Rekor Terbanyak Selama Pandemi

Yos menambahkan, batalnya penumpang tersebut berangkat dikarenakan tidak lengkapnya dokumen penerbangan, seperti yang dipersyaratkan pada protokol COVID-19.

Selain itu, ada juga 35 calon penumpang yg telah me-reservasi tiket malah tidak hadir di Bandara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

baca juga: Riset Baru Ungkap Terserang Flu Biasa Bisa Latih Tubuh Hadapi Covid-19

Yos melanjutkan, batalnya berangkat karena penumpang tidak mempunyai document rapid / swap PCR/(no reaktif) hanya bisa melampirkan surat keterangan sehat dan di tolak oleh satgas COVID-19 BIM.

"Proses selanjutnya maskapai memfasilitasi penumpang dengan reschdule tiket, untuk memenuhi kriteria syarat pelaku perjalanan penerbangan atau refund," ujarnya.

baca juga: Bukittinggi Tambah 1 Pasien Positif COVID-19, Total 21 Kasus

Padahal calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri. "Dokumen tidak boleh kurang oleh calon penumpang ," tuturnya.

Yos menyebutkan, data penerbangan dimaksud, 14 orang berangkat menuju CGK, 3 orang reschedule karena kelengkapan dokumen, 1 orang refund tiket dan 35 orang no show karena tidak hadir di BIM.

baca juga: Beda Dari Biasa, Ini Rekomendasi Lomba HUT RI 17 Agustus di Masa Pandemi

Editor: Muhammad Haikal