Langgar PSBB dan Maki-maki Petugas di Agam, Kader Gerindra Pasaman Diberi Peringatan

Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman, Bustomi dan sekaligus Ketua DPRD Pasaman
Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman, Bustomi dan sekaligus Ketua DPRD Pasaman (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman , Bustomi, mengaku segera terbitkan Surat Peringatan (SP) 1 terhadap salah seorang kader yang saat ini menjabat Anggota DPRD di daerah itu.

Menurutnya, surat itu dikeluarkan setelah salah satu kadernya terlibat cekcok dengan petugas PSBB di perbatasan Kabupaten Agam dengan Kabupaten Pasaman sekitar pukul 10.40 WIB, Selasa (12/5/2020).

baca juga: Sudah Satu Bulan Lebih Pessel Tanpa Kasus Baru COVID-19

"Saya tekah berkoordinasi tadi dengan pengurus DPC Gerindra Pasaman , Fraksi Gerindra, pengurus DPD Gerindra Sumbar maupun DPP Gerindra. Perbuatannya melanggar AD/ART Partai secara etika," sebut Bustomi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Pasaman .

Ia mengatakan, SP 1 terhadap salah seorang kader yang bernama Martias alias Kuncoro yang saat ini menjabat Anggota DPRD Pasaman tengah diterbitkan.

baca juga: 5 Juli Warga Positif COVID-19 Sumbar Capai 775 orang, Jubir: 80,6 Persen Sudah Sembuh

"Karena sikap beliau yang tidak beretika dan tidak bermoral ini, makanya kita berikan Surat Peringatan (SP) 1 atas perbuatannya tersebut," kata Bustomi lagi kepada wartawan di Lubuk Sikaping.

Ia juga menilai, sikap Martias jelas sangat mencoreng nama baik Partai Gerindra dan juga lembaga DPRD Pasaman . Selain surat peringatan dari partai, ia juga tengah berkoordinasi dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasaman akan sikap anggota dewan itu.

baca juga: Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: di Luar Akal Sehat

"Secara partai sudah kita putuskan untuk diberikan surat peringatan pertama, sedangkan secara kelembagaan sudah saya komunikasikan dengan BK DPRD Pasaman akan kejadian ini. Kita berharap kejadian serupa, tidak terulang lagi dari anggota dewan lain nya," tuturnya.

Katanya, anggota dewan itu harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, etika dan moral harus dijaga. Jalankan tugas yang merupakan amanah masyarakat dengan baik.

baca juga: PKB: Terlihat Pemerintah Gagap Tangani COVID-19

Lanjutnya, ini jelas sangat bertolak belakang dengan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dan hal tersebut sangat disesalkannya.

"Kita sudah bersusah payah membangun citra positif anggota DPRD Pasaman di mata masyarakat. Sementara kader kita sendiri melakukan perbuatan tidak beretika kepada petugas posko PSBB. Jika masih berulang, akan kembali ditindak tegas," ujar Bustomi.

Sebelumnya, sebuah potongan video berdurasi 1 menit 34 detik beredar luas di media sosial. Video itu berisi perdebatan salah satu penumpang mobil dengan petugas pos check point perbatasan Agam .

Dalam video itu, penumpang mobil pajero sport ngotot ingin masuk ke Kabupaten Agam kendati ia tak memakai masker . Sementara petugas, berupaya menolak kendaraan tersebut melintas.

Sempat terjadi perdebatan antara kedua belah pihak karena ketidak sepahaman tersebut. Perdebatan itu terjadi di perbatasan Agam dan Pasaman , tepatnya di Jembatan Masang Nagari Silareh Aia, sekitar pukul 10.40 WIB, Selasa (12/5/2020).

Setelah didesak, yang bersangkutan akhirnya dengan berat hati turun dari kendaraan untuk di cek suhu tubuhnya dan ia pun turun tanpa memakai masker. Sementara saat diberikan arahan, pria memakai atribut DPRD Pasaman itu itu malah mencak-mencak dan kembali ke mobil serta terjadilah perdebatan.

Kemudian ia tetap nekad melanjutkan perjalanan dengan menggeber mobilnya dan memaki kami dengan kata kasar. Masyarakat yang melihat sempat terpancing dan menyuruh petugas untuk mengejar, tapi petugas menahan diri.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera