NASA Temukan Planet Aneh, Memiliki Langit Kuning dan Hujan Besi

Planet aneh, WASP-79b
Planet aneh, WASP-79b (NASA)

KLIKPOSITIF - - NASA menemukan sebuah planet aneh di luar tata surya yang disebuat WASP-79b. Para ilmuwan mendapati bahwa eksoplanet ini memiliki langit kuning dan hujan besi.

"Prakiraan cuaca untuk planet raksasa yang super-panas seukuran Jupiter ini adalah uap panas, awan yang tersebar, hujan besi, dan langit kuning," ucap NASA dalam pernyataan seperti dikutip laman The Sun, Rabu (13/5/2020).

baca juga: China Coba 'Menipu Kematian' Lewat Krionik

Para ilmuwan menganalisis atmosfer planet ini dengan bantuan Magellan Consortium's Magellan II Telescope dari Konsorsium di Chili.

Penemuan WASP-79b adalah sesuatu yang besar bagi para ilmuwan karena itu adalah salah satu planet ekstrasurya terbesar yang diketahui, yang mengorbit bintang di luar Matahari.

baca juga: Pembuatan Vaksin Virus Corona Ancam Populasi Hiu

Menurut data, WASP-79b mengorbit bintang induknya setiap 3,7 hari Bumi. Karena planet itu tidak berada di zona layak huni bintangnya, para ahli tidak berpikir planet itu mengandung air atau kehidupan.

Planet itu tampaknya juga tidak memiliki bukti adanya hamburan Rayleigh, yang merupakan penyebab adanya warna biru di langit.

baca juga: Tekan Potensi Penularan, Singapura Ciptakan Robot untuk Tes Swab

"Ini adalah indikasi kuat dari proses atmosfer yang tidak diketahui dan kita tidak memperhitungkannya dalam model fisik kita. Saya telah menunjukkan spektrum WASP-79b ke sejumlah kolega dan konsensus mereka 'aneh'," tutur Kristin Showalter Sotzen, ilmuwan dari Universitas Johns Hopkins.

WASP-79 memiliki suhu yang sangat panas dengan suhu rata-rata sekitar 1649 derajat Celcius. Planet ini juga memiliki dua kali massa Jupiter dan terletak 780 tahun cahaya dari Bumi.

baca juga: Soal Asal Virus Corona, Ini Kata WHO

Planet ini dapat ditemukan di rasi bintang Eridanus. Menurut ilmuwan, mereka perlu mengawasi planet lain seperti WASP-79b karena itu bisa menjadi indikasi proses atmosfer yang tidak diketahui dan tidak dimengerti ilmu pengetahuan saat ini.

Penemuan planet ini telah diterbitkan dalam Jurnal Astronomi .

Editor: Eko Fajri