Akui Kesalahan, Anggota DPRD Pasaman Minta Maaf

Anggota DPRD Pasaman, Martias (kiri) bersama Ketua DPC Partai Gerindra, Bustomi (tengah) saat menyampaikan permintaan maaf di sekretariat DPC Partai Gerindra Pasaman.
Anggota DPRD Pasaman, Martias (kiri) bersama Ketua DPC Partai Gerindra, Bustomi (tengah) saat menyampaikan permintaan maaf di sekretariat DPC Partai Gerindra Pasaman. (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Pasca viral nya sebuah video berdurasi 1 menit 34 detik di media sosial, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman , Sumbar, akhirnya meminta maaf secara resmi.

Martias biasa disapa Kuncoro dari Fraksi Partai Gerindra sempat cekcok dengan petugas posko PSBB Agam. Permintaan maaf itu disampaikan oleh Martias di hadapan pengurus di Sekretariat Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasaman , Rabu (14/5/2020).

baca juga: Pilkada Pasbar, Koalisi Parpol Pengusung Erick - Syawal Rampungkan Struktur Tim Pemenangan

"Saya khilaf dan merasa bersalah atas perbuatan tersebut. Untuk itu saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Pasaman khususnya, dan masyarakat Sumbar umumnya," sebutnya.

Untuk menebus rasa bersalah nya, Martias bakal membagikan sekitar 2.000 paket sembako gratis dan 5.000 lembar masker gratis kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawabannya kepada partai dan konstituennya di Pasaman .

baca juga: KPU Pasbar Nilai Imbauan Mematuhi Protap COVID-19 bagi Bacalon Kepala Daerah Tidak Berjalan Baik

"Saya akan bagikan 2.000 paket sembako dan 5.000 masker gratis yang diawasi oleh para kader Partai Gerindra Pasaman . Demikianlah permintaan maaf ini saya sampaikan setulusnya tanpa ada pemaksaan dari pihak manapun," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman , Bustomi juga meminta maaf kepada petugas PSBB di Kabupaten Agam, atas sikap yang tidak sopan dilakukan oleh kadernya.

baca juga: Semen Padang Serahkan Bantuan 20 Unit Alat Pengolahan Sampah untuk Kelompok Dasawisma Kemiri 8 Pasaman

"Atas nama keluarga besar DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasaman , kami meminta maaf atas sikap kurang berkenan dari kader kami kepada petugas Posko PSBB Agam," katanya.

Ia juga menjelaskan, saat kejadian itu kondisi kader nya dalam keadaan sakit dan itu sesuai rekomendasi dari petugas medis di Kecamatan Tigo Nagari untuk cek kesehatan ke Kota Padang.

baca juga: Dasawisma Kemiri 8 di Pasaman Terima 20 Unit Alat Pengelolaan Sampah dari PT Semen Padang

Meski demikan jelas Bustomi yang juga Ketua DPRD Pasaman , atas sikap kadernya itu dari internal Partai Gerindra sudah diberikan Surat Peringatan (SP) 1. Diharapkan hal serupa tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bersama diantara kader lainnya.

"Kami selaku kader akan tetap mendukung dan mematuhi aturan pemerintah dalam pelaksanaan PSBB ini," ucapnya.

Sebelumnya, sebuah potongan video berdurasi 1 menit 34 detik beredar luas di media sosial. Video itu berisi perdebatan salah satu penumpang mobil dengan petugas pos check point perbatasan Agam .

Dalam video itu, penumpang mobil pajero sport ngotot ingin masuk ke Kabupaten Agam kendati ia tak memakai masker . Sementara petugas, berupaya menolak kendaraan tersebut melintas.

Sempat terjadi perdebatan antara kedua belah pihak karena ketidak sepahaman tersebut. Perdebatan itu terjadi di perbatasan Agam dan Pasaman , tepatnya di Jembatan Masang Nagari Silareh Aia, sekitar pukul 10.40 WIB, Selasa (12/5/2020).

Setelah didesak, yang bersangkutan akhirnya dengan berat hati turun dari kendaraan untuk di cek suhu tubuhnya dan ia pun turun tanpa memakai masker. Sementara saat diberikan arahan, pria memakai atribut DPRD Pasaman itu itu malah mencak-mencak dan kembali ke mobil serta terjadilah perdebatan.

Kemudian ia tetap nekad melanjutkan perjalanan dengan menggeber mobilnya dan memaki petugas dengan kata kasar. Masyarakat yang melihat sempat terpancing dan menyuruh petugas untuk mengejar, tapi petugas menahan diri.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi