Video Cekcok dengan Petugas Posko COVID-19 Beredar, Ini Klarifikasi Ketua KPU Sumbar

Ketua KPU Sumbar Saat Menyerahkan KTP ke Petugas Posko COVID-19 di Lubuk Peraku
Ketua KPU Sumbar Saat Menyerahkan KTP ke Petugas Posko COVID-19 di Lubuk Peraku (Screenshot video)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) Amnasmen angkat bicara terkait videonya beredar luas di media sosial. Menurutnya, video tersebut di-posting oleh seseorang tentang peristiwa saat dirinya diperiksa di Posko COVID-19 Lubuk Peraku, Kota Padang.

Ia menjelaskan, dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Sumbar, dirinya bolak-balik antara Solok dan Padang, untuk tetap bisa hadir dan masuk kantor 2 atau 3 kali dalam seminggu.

baca juga: Teruci Chaprendang Sumbar Gandeng Polres Solok Arosuka Bagi-bagi Masker Gratis ke Pengendara

"Pada Rabu (13/5/2020) saya berangkat dari Solok menuju Padang dan sesuai standar COVID-19, saya dan supir selalu memakai masker semenjak berangkat dari rumah," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat (15/5/2020).

Amnasmen melanjutkan, sekira pukul 12.00 WIB, dirinya sampai di Posko Pemeriksaan Kesehatan COVID-19 Lubuk Peraku. Seperti biasanya, ia turun dari mobil, menuju tempat cuci tangan untuk dibersihkan kemudian melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan petugas memberitahukan dan memperlihatkan suhu tubuh saya 36.3 derajat celsius dan demikian juga proses yang dialami supir.

baca juga: Doni Monardo Minta Perantau Tidak Pulang Kampung, Silaturahim Lebaran Virtual Saja

"Pada saat pemeriksaan petugas juga menanyakan tujuan, lalu saya jawab dalam rangka dinas di KPU Sumbar dan saya dengan kendaraan dinas. Pemeriksaan selesai, kami kembali menaiki mobil dan antri untuk keluar jalur pemeriksaan dan melanjutkan rencana menuju Padang," ujarnya.

"Namun saat mobil baru mulai jalan, tiba-tiba dari arah depan mobil di berhentikan oleh seorang ibu-ibu petugas posko. Saya disuruh periksa dan saya jawab bahwa kami sudah melakukan pemeriksaaan dan dengan satu teriakan kemudian di tanyakan kepada petugas pemeriksaan apakah saya sudah diperiksa dan dijawab petugas pemeriksa bahwa saya sudah selesai diperiksa," sambungnya.

baca juga: Konfirmasi COVID-19 di Agam Tembus 2.193 Kasus

Masih kata Amnasmen, pada awalnya mobil sudah dipersilahkan jalan oleh petugas lain, namun kembali ibu-ibu petugas yang bersangkutan, memanggil untuk menanyakan KTP dan menyuruh saya turun. Kemudian, saya menyerahkan KTP, dan melihat KTP saya dari Kota Solok, ibu-ibu petugas tersebut mengatakan saya tidak bisa masuk Kota Padang.

"Saya sudah menjelaskan saya Dinas di Padang sebagai Ketua KPU Sumbar. Terjadilah dialog yang kurang baik ketika yang bersangkutan meminta surat tugas," ujarnya lagi.

baca juga: Masih Pandemi, Pemko Payakumbuh Tak Rekomendasikan Tradisi Balimau

Amnasmen menyebut, ia sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak bawa surat tugas, karena ini pemberlakuan baru dan ia menjanjikan nanti sore waktu kembali akan membawa surat tugas, dan sementara ditawarkan dengan meninggalkan KTP.

"Ibu-ibu petugas tersebut dengan arogan tetap mengatakan tanpa surat tugas tidak bisa masuk Kota Padang, dan mengatakan silakan catat namanya dan laporkan dia pada atasannya atau Walikota serta jangan mentang-mentang Ketua KPU bisa seenaknya," tuturnya.

Amnasmen juga menyebut, akhirnya ada petugas anggota Polisi Militer yang menerima KTP-nya, untuk ditinggalkan dan dibuatkan tanda terima kemudian diserahkan padanya. Namun ibu-ibu petugas tersebut, tetap menyampaikan kata yang tidak pantas yang sebelumnya saya terpancing untuk berdebat.

"Tanpa setahu dan seizin saya kejadian itu direkam oleh rekan ibu-ibu petugas tersebut, itu saya ketahui setelah ada postingan Facebook seseorang yang diberitahu beberapa teman pada saya sore harinya," katanya.

Pada sore harinya, saya diberitahu oleh beberapa teman, bahwa foto KTP saya dan 3 video kejadian di lokasi Posko COVID-19 Lubuk Peraku di posting di akun facebook atas nama RITA SUMARNI, dengan judul atau kata-kata pada postingan "MENGAKU KETUA KPU SUMBAR TAPI TIDAK ADA SURATNYA SATUPUN DENGAN DATA DAN SURAT JALANNYA DARI KPU SUMBAR KTP NYA SOLOK TIDAK DIBOLEHKAN MASUK PADANG DIA MELAWAN PETUGAS COVID 19 POSKO LUBUK PERAKU PADANG.

"Dari postingan Facebook atas nama Rita Sumarni tersebut, saya merasa yang bersangkutan menyalahgunakan KTP yang saya tinggalkan dan juga rekaman tersebut untuk kepentingan pribadinya di Facebook, saya merasa yang bersangkutan dengan sengaja menyerang kehormatan saya," pungkasnya kemudian.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Padang Barlius mengatakan, hal tersebut hanya kesalahan dalam komunikasi saja, namun ia sudah menyampaikan hal tersebut kepada petugas yang bersangkutan.

"Mungkin cara meminta KTP-nya yang tidak tepat. Saya sudah hubungi ibuk Rita Sumarni untuk menghubungi pak Amnasmen, dia juga punya hubungan baik dengan kakak pak Amnasmen," katanya kepada KLIKPOSITIF .

"Kemudian saya juga meminta untuk menghapus postingannya di Facebook. Dia mungkin tidak tahu dan terlalu bersemangat dalam bekerja," tuturnya.

Barlius menyebutkan, bagi warga yang tidak ber-KTP Kota Padang, sementara ingin masuk ke Kota Padang saat ini, harus memiliki surat tugas dari instansi masing-masing, jika tidak ada harus meninggalkan KTP-nya di Posko Pemeriksaan.

Editor: Muhammad Haikal