Pemkab Solsel Sediakan Bantuan Sembako Cadangan untuk Masyarakat yang Tidak Dapat BLT

Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Solsel, Zulkarnain.
Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Solsel, Zulkarnain. (Ist)
SOLSEL , KLIKPOSITIF -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan ( Solsel ) mengungkapkan ada bantuan yang menumpuk di gudang Kantor Dinas Sosial dari berbagai pihak dan disiapkan untuk masyarakat yang tidak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah.

"Bantuan tersebut memang sengaja belum disalurkan agar tidak ada warga yang mendapatkan bantuan secara ganda," kata Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Solsel , Zulkarnain.

baca juga: Kasus Covid-19 Terus Menurun, Jauh Lebih Baik Dibandingkan Negara-negara Lain

Ia menjelaskan, bantuan dari berbagai perusahaan itu ada banyak jenisnya seperti beras, minyak goreng, gula dan lainnya yang disimpan dalam bentuk paket. Selain bantuan tersebut, pihaknya juga mencadangkan bantuan berupa beras yang saat ini disimpan di gudang Bulog sebanyak 105 Ton.

"Untuk masyarakat yang membutuhkan dan memiliki status ODP dan PDP sudah kita serahkan bantuannya berupa sembako," katanya.

baca juga: Jumlah Kasus Positif Terus Melandai, PPKM Luar Jawa-Bali Tetap Dilanjutkan Selama Tiga Minggu

Pihaknya mengakui, karena berbagai faktor, kemungkinan masih ada masyarakat yang tidak mendapatkan salah satu dari berbagai bantuan yang ada, sehingga diperlukan cadangan untuk mengakomodir bantuannya.

"Kita sudah diwanti-wanti Plt. Bupati Abdul Rahman agar sembako ini disiapkan untuk masyarakat yang tidak mendapatkan BLT. Jangan sampai ada warga yang tidak makan akibat dampak COVID-19 ini," jelasnya.

baca juga: Presiden Minta Percepatan Program Vaksinasi, Ini 3 Daerah dengan Capaian Terendah

Untuk teknisnya, ia mengimbau bagi masyarakat yang benar-benar merasa butuh sembako dapat melapor ke pemerintahan jorong atau nagari. Setelah itu, nagari akan melaporkannya ke Dinas Sosial. Setelah data tersedia, langsung diserahkan kepada masyarakat.

Saat ini, bantuan PKH, sembako dari Kemensos dan BLT Provinsi sudah mulai disalurkan ke berbagai nagari yang ada di Solsel . Sedangkan bantuan langsung tunai kemensos masih menunggu validasi dari pemerintah pusat.

baca juga: Hari Ini, Seorang Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di Tanah Datar

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu validasi dari pihak Kemensos. Data yang terkumpul telah dikirim beberapa minggu lalu, namun hasil validasinya belum juga dikirim kembali. Sedangkan untuk data BLT Kabupaten, administrasi pencairanannya telah disiapkan, namun belum dicairkan karena menunggu ketetapan Kemensos.

"Jika BLT Kabupaten kita bagikan, kemudian ternyata dari data Kemensos yang kita kirim tidak semuanya divalidasi oleh pihak Pemerintah Pusat. Misalnya kita mengirim data 6 ribu KK, tapi ternyata hanya 5 ribu yang divalidasi. Yang seribu lagi mau mau dibayar pakai apa nantinya?" ujarnya.

Sebelumnya, Plt. Bupati Abdul Rahman juga menegaskan bahwa bantuan tersebut memang sengaja disiapkan untuk masyarakat yang tidak mendapatkan BLT maupun PKH.

"Jika BLT nanti sudah tersalur semuanya, silahkan lanjutkan dengan penyaluran bantuan yang kini sedang menumpuk di gudang Kantor Dinas Sosial untuk siapa saja yang benar-benar membutuhkan. Asalkan nama dan alamat penerima jelas dan sesuai dengan usulan pihak kenagarian dan dinas Sosial," ujar Rahman.

Ia juga menambahkan bahwa diperkirakan 77 persen masyarakat telah mendapatkan BLT. Sedangkan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan apapun menurutnya tentu harus disiapkan skenario bantuan lain. Termasuk skenario bantuan beras dan sembako lain yang telah disiapkan, baik yang saat ini sedang ada di gudang bulog maupun gudang dinas sosial.

Ia juga meminta semua pihak untuk saling bersinergi dalam kondisi sulit seperti ini.

"Sinergitas kita sangat dibutuhkan di tengah kondisi sulit seperti ini. Jika memang ada hal lain yang dibuuhkan, pihak terkait lainnya dapat langsung menghubungi saya. Ayo kita komunikasikan setiap masalah dengan baik," tuturnya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Khadijah