Seorang PDP di Pasaman Dimakamkan dengan Protap COVID-19

Proses pemakaman warga yang berstatus PDP
Proses pemakaman warga yang berstatus PDP (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Seorang warga Kabupaten Pasaman berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Lubuk Sikaping, Minggu (17/5/2020) sekira pukul 06.00 WIB.

"Pasien PDP tersebut diketahui seorang perempuan berinisial H (56) warga Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman ," sebut Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19, Williyam Hutabarat kepada wartawan.

baca juga: Sudah Satu Bulan Lebih Pessel Tanpa Kasus Baru COVID-19

Ia mengatakan, terhadap jenazah pasien ini dilakukan pemakaman dengan standar Covid-19 di Kecamatan Panti.

"Ini juga untuk menjaga keamanan. Almarhumah telah dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB tadi," kata Williyam Hutabarat.

baca juga: 5 Juli Warga Positif COVID-19 Sumbar Capai 775 orang, Jubir: 80,6 Persen Sudah Sembuh

Sedangkan terhadap pasien sudah dilakukan tes Swab, untuk memastikan benar atau tidaknya terinfeksi virus Corona.

"Kita masih menunggu hasil tes Swab dari Laboratorium Fakultas Unand Padang," ujarnya.

baca juga: Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona, Said Didu: di Luar Akal Sehat

Sementara itu, Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr Yong Marzuhaili menjelaskan, pasien memang tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemi Covid-19. Namun pasien baru saja pulang melakukan Kemoterapi sekitar tiga hari yang lalu dari RSAM Bukittinggi.

"Pasien ini masuk ke RSUD Lubuk Sikaping pada Sabtu, (16/5) kemarin dan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB tadi," jelasnya.

baca juga: PKB: Terlihat Pemerintah Gagap Tangani COVID-19

Ia menerangkan, pasien sebelum meninggal dunia mengalami sakit kepala, sesak nafas, sakit perut, nafsu makan menurun, batuk, diare, dan persendian terasa sakit.

"Dokter mendiagnosa pasien dengan PDP, Ca Mamae dan elektrolit Imbalance. Namun untuk memastikan terinfeksi COVID-19, kita masih menunggu hasil tes Swab dari laboratorium Fakultas Unand Padang," terangnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera