Ketua Komisi II DPRD Minta Dinsos Solsel Segera Salurkan Bantuan dari Perusahaan

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda, Ketua Komisi II Afrizal Chandra Komisi I Mukhlis bersama Kadis Sosial dan PMD Zulkarnaini Saat Sidak ke gudang penyimpanan Dinas tersebut
Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda, Ketua Komisi II Afrizal Chandra Komisi I Mukhlis bersama Kadis Sosial dan PMD Zulkarnaini Saat Sidak ke gudang penyimpanan Dinas tersebut (Ist)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Ketua Komisi II DPRD Solok Selatan ( Solsel ) Afrizal Chandra meminta Dinas Sosial dan PMD Solsel tidak membuat masyarakat bingung dan segera menyalurkan bantuan dari perusahaan seperti beras dan telur yang saat ini menumpuk di gudang dinas tersebut.

Menurutnya, sudah disediakan anggaran Rp 32,4 miliar bagi masyarakat yang tidak terakomodir dari berbagai skema bantuan dengan estimasi untuk 18.000 KK.

baca juga: Sidang Dugaan Penerimaan Suap Muzni Zakaria, Majelis Hakim: Kodenya Pinjaman Semua

"Mengapa lagi bantuan dari perusahaan itu yang dicadangkan, anggarannya sudah ada jangan buat masyarakat bingung, segera saja salurkan bantuan tersebut, jangan tunggu dulu sampai membusuk," kata Afrizal Chandra

Pada rapat komisi imbuhnya, dinas sosial mengatakan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat miskin yang membutuhkan.

baca juga: Polres Solsel Bekuk Bandar Ganja di Daerah Pauh Duo

"Saat rapat komisi, ada notulen rapatnya Kadis Sosial mengatakan akan segera menyalurkan bantuan tersebut, ternyata masih menumpuk di gudang, sedangkan bantuan ini adalah jenis barang yang mudah busuk," sesalnya.

Dia melanjutkan saat ini masyarakat sudah menjerit berharap bantuan , tetapi bantuan yang semestinya disalurkan dibiarkan menumpuk di gudang.

baca juga: Sekolah Dimulai 13 Juli, Pemkab Solsel Siapkan Sitem Kombinasi

"Ini masyarakat kita, tidakkah kita kasihan? BLT yang ditunggu kecuali BLT Provinsi masih belum jelas kapan disalurkan, ada sembako tetapi dibiarkan menumpuk," katanya

Dia mengungkapkan sesuai skenario awal permintaan bantuan ke pihak perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut diperuntukkan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

baca juga: Desember 2020, Solsel Miliki Rumah Sakit Pratama Negeri

"Jumlah permintaannya sebanyak Dua Ton Beras per perusahaan, Jika ODP dan PDP sudah tidak ada lagi maka sebaiknya disalurkan, mengapa harus dicadangkan," katanya.

Bantuan dari perusahaan tersebut katanya, adalah bantuan yang tidak mengikat sehingga untuk penyalurannya tidak banyak prosedur yang dilalui.

"Data kan sudah ada, tidak sulit penyalurannya. Masyarakat yang hanya menerima bantuan pangan non tunai senilai dua ratus ribu tidak mendapatkan BLT, mereka ini yang dibantu dengan sembako dari perusahaan tersebut," jelasnya.

Dia berharap Dinas Sosial tidak membuat skenario baru di luar koridor yang telah disepakati antara Pemda dan Forkopimda.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial dan PMD Zulkarnaini membantah pernah mengatakan akan segera menyalurkan bantuan dari perusahaan tersebut dalam rapat komisi II.

"Tidak benar, tidak ada saya mengatakan akan segera menyalurkan bantuan tersebut dalam rapat dengan komisi, II" kata Zulkarnaini

Dia menegaskan selain untuk ODP dan PDP, pihaknya akan tetap mencadangkan bantuan dari perusahaan tersebut bagi masyarakat yang tidak terakomodir berbagai skema bantuan yang ada.

"Saya tidak mau mengambil risiko sekiranya nanti ada masyarakat yang tidak dapat bantuan , apa yang akan diberikan. Ini saya juga baru pulang dari kantor masih memutakhirkan data penerima bantuan " katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi