Ditengah Pandemi COVID-19, Tahanan Polres Sijunjung Asal Mentawai Jadi Mualaf

Saat Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
Saat Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat (Humas Polres Sijunjung)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ditengah pandemi COVID-19, seorang tahanan Polres Sijunjung asal Kabupaten Mentawai menyatakan memeluk agama Islam. Pengucapan dua kalimat syahadat dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan IV Nagari Damrah Saleh dan disaksikan Wakapolres Sijunjung Kompol Indra Sandy, Kasat Binmas Iptu Syafril dan pejabat utama Polres, Selasa (19/5/2020) di Musala Polres Sijunjung

Pria tersebut, bernama Handester White Sipalakkai (21), keputusannya untuk meninggalkan agama sebelumnya yakni Kristen, tanpa unsur pemaksaan dari pihak manapun.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

Wakapolres Sijunjung Kompol Indra Sandy mengatakan, Handester memutuskan menjadi mualaf karena sering menyaksikan rekan satu selnya melaksanakan salat, mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dan kumandang Adzan.

"Sehingga dirinya tergugah dan memantapkan diri memeluk agama islam. Ini juga berkah dari bulan Suci Ramadhan tahun ini," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KLIKPOSITIF , Selasa (19/5/2020).

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

Usai menuntun Handester mengikrarkan syahadat, Kepala KUA Darmah Saleh memberikan pemahaman tentang rukun iman dan rukun Islam, melaksanakan salat 5 waktu dan bertutur kata yang baik kepada sesama, saling hormat menghormati, saling sayang menyayangi terhadap sesama sebagai bentuk wujud akhlak seorang yang memeluk agama Islam.

Sementara itu, Handester mengatakan, bahwa dirinya memutuskan untuk memeluk Islam atas keinginan dan kesadaran diri sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

baca juga: WHO: Obat Herbal untuk COVID-19 Diizinkan, Asal Lewat Pengujian

"Saya sebenarnya dari dulu sebelum masuk sel tahanan ini ingin masuk Islam, namun belum terlaksana. Alhamdulilah, Alloh memberikan saya hikmah dibalik kesalahan yang saya buat sehingga akhirnya saya bisa memantapkan untuk memeluk agama Islam dan memang sudah niat dari hati. Dan orang tua pun telah mengetahuinya," ujarnya.

Kasubag Humas Polres Sijunjung Iptu Nasrul menyebutkan, Handester dititipkan di Lapas Kelas II B Muaro Sijunjung . "Dari informasi yang diperoleh ada salah seorang warga binaan Lapas tersebut yang siap untuk membiayai atas biaya yang dikeluarkan untuk melakukan Sunat dari tahanan yang menjadi mualaf tersebut," katanya.

baca juga: Refly Harun Dorong KPU Ciptakan Aturan Baru Soal Pilkada

Editor: Muhammad Haikal