Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Begini Aturannya di Pariaman

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota Pariaman keluarkan kebijakan terkait aktivitas lebaran Idul Fitri di masa pandemi COVID-19.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman , Fadli menjelaskan perihal aturan tersebut. Dikatakannya juga aturan yang dibuat bertujuan untuk memutus penyebaran COVID-19.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

"Tadi telah kami lakukan rapat terkait langkah apa yang akan ditempuh atau aturan apa yang akan diterapkan menyambut lebaran dan aktivitas saat lebaran . Terutama untuk salat Idul Fitri hanya boleh di rumah saja," ungkap Sekdako Fadli, Rabu 20 Mei 2020.

Lebih lanjut dikatakannya, hal itu sesuai dengan aturan pusat terkait penerapan PSBB bahwa salat itu tidak boleh dilakukan berjamaah di masjid, lapangan, musala atau surau.

baca juga: Kasus COVID di Pessel Bertambah 9 Orang, 5 Diantaranya Petugas RSUD Painan

"Selain itu, untuk takbiran juga tidak boleh berkeliling, hanya boleh dilakukan di masjid atau tempat ibadah dengan menggunakan pengeras suara," sebut dia.

Dikatakannya juga terkait silaturahmi saat lebaran , untuk halal bihalal tidak diperbolehkan berkumpul atau melibatkan banyak orang.

baca juga: Kenali 4 Tipe Masyarakat dari Cara Memakai Masker Covid-19, Anda yang Mana?

Begitupun dengan objek wisata, kata Fadli lagi, untuk kota Pariaman aktivitas wisata dihentikan selama pandemi masih ada.

"Nah ada juga tradisi pesta pantai, untuk saat ini dilarang. Maka dari itu kami telah berkoordinasi dengan pihak biro wisata, pelaku wisata, agen travel wisata, agar membantu kebijakan ini demi kepentingan dan keselamatan kita semua," jelas Fadli.

baca juga: Bertambah 13 Kasus, Positif COVID-19 Tanah Datar Total Jadi 167

Untuk mewanti-wanti itu semua, mencegah oknum yang melanggar aturan tersebut Pemko Pariaman akan mensiagakan petugas pada titik tertentu.

"Kami juga berharap besar kepada masyarakat Pariaman agar mengindahkan segala aturan yang telah ditentukan itu. Semoga wabah ini cepat berlalu," kata Fadli.

Penulis: Rehasa | Editor: Rezka Delpiera