Ini Delapan Golongan yang Berhak Menerima Zakat

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Menunaikan zakat adalah wajib hukumnya bagi umat Islam yang telah memenuhi syaratnya. Syaratnya diantaranya muslim, berakal, balig, dan hartanya mencapai nisab diwajibkan membayar zakat .

Jelang sholat Idul Fitri , setiap umat Islam diwajibkan untuk membayarkat Zakat Fitrah, dan merupakan penyempurna ibadah puasa . Dalam Surat At-Taubah Ayat 60 dijelaskan sebagai berikut:

"Sesungguhnya zakat -zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat , para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

baca juga: Selama Pandemi Covid-19, UPZ Baznas Semen Padang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 78 Mustahik

Berikut ini adalah delapan golongan yang berhak menerima zakat .

1) Fakir (Al-Fuqara)

Fakir adalah kaum Muslim yang wajib diutamakan dalam mendapatkan zakat . Fakir mengacu pada orang yang tidak memiliki apa-apa, bahkan sulit atau tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

baca juga: Kemenag Buka Kelas Virtual Literasi Zakat & Wakaf, Lihat Jadwalnya!

2) Miskin (Al-Masakin)

Kelompok miskin adalah orang-orang yang penghasilannya tidak memenuhi kebutuhan dasar mereka. Menurut beberapa ulama, kaum miskin tergolong kelompok yang status ekonominya buruk atau tidak memiliki aset yang mencapai bahkan suplus dari nisab.

baca juga: Hari Ini Kulminasi Agung, Waktunya Meluruskan Arah Kiblat dengan Cara Ini

3) Budak (Fir-Riqab)

Zakat dapat dialokasikan untuk membantu umat Islam membebaskan diri dari perbudakan. Banyak orang yang tinggal di negara miskin menderita perbudakan ekonomi di tangan tuan tanah maupun dan perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia.

baca juga: Mulai 31 Mei, Arab Saudi Akan Kembali Buka Seluruh Masjid di Luar Mekah

4) Orang yang terlilit utang (Al-Gharimin)

Gharim adalah orang-orang yang terbebani utang karena kebutuhan pribadi atau kebutuhan sosial dan bukan untuk perbuatan maksiat, misalnya menolong anak yatim atau merenovasi sekolah. Orang-orang ini tergolong sebagai penerima zakat jika tidak memiliki cukup uang di luar kebutuhan dasar untuk membayar utang.

5) Mualaf (Al-Mu'allafat-Qulubuhum)

Zakat dapat disalurkan kepada orang-orang yang baru masuk ke agama Islam untuk mendukung penguatan iman dan takwa. Zakat yang diberikan kepada mualaf juga sebagai bentuk pertolongan dan solidaritas sesama umat Muslim.

) Fisabilillah

Kaum fisabilillah berarti orang atau sekelompok orang yang kegiatannya berjuang di jalan Allah, menegakkan agama Islam , dan untuk tujuan yang benar. Para fisabilillah penerima zakat dapat berupa organisasi penyiaran dakwah Islam maupun individu yang menyiarkan Islam di daerah terpencil.

7) Musafir (Ibnas-Sabil)

Seorang musafir mengacu pada orang yang meninggalkan rumahnya untuk tujuan tertentu yang sah, namun tidak memiliki cukup uang untuk kembali ke rumah atau meneruskan perjalanannya. Musafir dalam konteks saat ini juga dapat diartikan sebagai pengungsi.

8) Amil zakat (Al-'Amilina 'Alayha)

Petugas yang mengumpulkan, mengelola, menjaga, dan membagikan zakat juga berhak mendapat zakat .

Editor: Ramadhani