Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Lengah Atas Nama Berdamai

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat memberi keterangan terkait wafatnya Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas di kantor PP Muhammadiyah, Jumat (3/1/2020).
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat memberi keterangan terkait wafatnya Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas di kantor PP Muhammadiyah, Jumat (3/1/2020). (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Ketua Umum PP Muhammadiyah , Haedar Nashir mengapresiasi perjuangan para tim medis dan dokter yang telah berjuang melawan wabah Covid-19.

Hal itu disampaikan Haedar saat berbincang dengan para tim medis secara daring.

baca juga: Pemko Padang Sarankan Masyarakat Tidak Beli Sapi yang Sering Berkeliaran Dekat Tumpukan Sampah

"Saya selalu menyebut dengan penuh pertaruhan jiwa sehingga PP Muhammadiyah selain mengapresiasi, bahkan selalu menggunakan kata ini sebagai jihad fi sabilillah," kata Haedar melalui keterangan, Senin (25/5/2020).

Dia banyak mendengar curhatan dari tim medis Covid-19 seperti adanya penolakan dari pasien dan keluarga terhadap kondisi yang dialami. Itu dicurahkan oleh Dokter Rumah Sakit Siti Khotijah Sidoarjo.

baca juga: KPU: Baru Dilaunching, Situs Gerakan Klik Serentak Mulai Alami Serangan

"Ada pasien-pasien yang menolak dan bahkan melarikan diri. Sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk mengedukasi bahwa mereka adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ujar Haedar.

Haedar juga mengatakan, untuk Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medis cukup terpenuhi di Rumah Sakit. Sebab, alat medis di rumah sakit sudah mempunyai cadangan cukup banyak untuk beberapa bulan ke depan.

baca juga: DPR Dukung Wacana Pemerintah Pangkas Lembaga Negara, Tapi...

Haedar juga sempat menyapa tiga pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh yang dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri. Ketiganya mengaku pelayanan di RS cukup baik selama mereka menjalani peratawan hingga sembuhnya.

Selain itu, Haedar pun menyapa Yuniar, Wardani warga Muhammadiyah yang berada di Taiwan. Kepada Haedar, Yuniar berterima kasih kepada Muhammadiyah yang membantu mengirimkan masker kepada WNI di Taiwan yang masih dihantui pandemi Corona .

baca juga: Jelang Pilkada 2020, KPU Resmi Luncurkan Aplikasi Gerakan Klik Serentak

Terakhir, Haedar menyinggung apakah berdamai atau rasional dalam menangani Covid-19 di Indonesia. Ia pun mengatakan bahwa itu hanya persoalan terminologi saja.

"Poinnya adalah semua harus menangani secara sungguh-sungguh dan tidak boleh lengah atas nama berdamai dan tidak boleh kita mengabaikan sesuatu atas nama berdamai atau kita memberikan sesuatu yang nanti justru bermasalah atas nama berdamai," kata Haedar.

Editor: Eko Fajri