Donald Trump Larang Pelancong Brasil Masuk AS

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Presiden AS Donald Trump mengaku berupaya maksimal mencegah masuknya virus Corona Covid-19 dari luar negeri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencegah pelancong dari Brasil untuk masuk ke Amerika Serikat .

"Hari ini, Presiden telah mengambil tindakan tegas untuk melindungi negara kami dengan menangguhkan masuknya pendatang yang telah berada di Brasil selama 14 hari sebelum mencari izin masuk ke Amerika Serikat ," kata juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany, dalam sebuah pernyataan, dilansir Anadolu Agency.

baca juga: Agam Tambah 21 Pasien COVID Hari Ini

Brasil saat ini telah menjadi pusat penyebaran Covid-19 di kawasan Amerika Selatan dan sekarang memiliki jumlah kasus terkonfirmasi kedua tertinggi di dunia dengan lebih dari 344.000 kasus.

Virus ini juga mencatat lebih dari 22.000 pasien meninggal dunia di Brasil akibat virus itu, dan telah menewaskan lebih dari 343.000 orang di seluruh dunia.

baca juga: Sekwan DPRD Solsel Sebut EST Tidak Hadir saat Kunker ke DPRD Sumbar

"Tindakan hari ini akan membantu memastikan warga negara asing yang telah berada di Brasil tidak menjadi sumber infeksi tambahan di negara kita," kata McEnany.

Pembatasan baru tidak berlaku untuk aliran perdagangan antara AS dan Brasil.

baca juga: Pegawai Setda Serta Dinas Pariwisata Solsel Jalani Tes Swab

Lebih dari 1,6 juta orang telah tertular penyakit ini di AS, dan jumlah kematian mencapai lebih dari 97.500 orang, menurut data dari Johns Hopkins University.

Virus ini juga mencatat lebih dari 22.000 pasien meninggal dunia di Brasil akibat virus itu, dan telah menewaskan lebih dari 343.000 orang di seluruh dunia.

baca juga: Kampanye Pilgub Sumbar 71 Hari, Bawaslu: Harus dengan Protokol Kesehatan COVID-19

"Tindakan hari ini akan membantu memastikan warga negara asing yang telah berada di Brasil tidak menjadi sumber infeksi tambahan di negara kita," kata McEnany.

Pembatasan baru tidak berlaku untuk aliran perdagangan antara AS dan Brasil.

Lebih dari 1,6 juta orang telah tertular penyakit ini di AS, dan jumlah kematian mencapai lebih dari 97.500 orang, menurut data dari Johns Hopkins University.

Sumber: suara.com

Editor: Rezka Delpiera