Sudah Siapkah Warga Kota Padang dengan Wacana New Normal?

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Budi Syahrial
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Budi Syahrial (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah mewacanakan pelaksanaan new normal bagi masyarakat dalam beraktivitas di tengah pandemi COVID-19. Beberapa aturan dan protokol kesehatan telah disusun untuk masyarakat beraktivitas kembali, baik di dalam ruangan ataupun diluar ruangan.

Namun, sudah siapkah masyarakat kita melakukan hal itu? Menjawab hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Budi Syahrial mempertanyakan new normal yang seperti apa yang dilaksanakan pemerintah.

baca juga: 13 Orang Positif COVID-19 di Tanah Datar, 7 Warga Lintau Buo

"Karena new normal berarti membentuk budaya. Dan membentuk budaya itu tidaklah mudah, jadi new normalnya new normal apa. Seperti apa new normalnya menurut pemerintah. Ini kan harus jelas dulu," katanya saat dihubungi di Padang, Selasa, 26 Mei 2020.

"Namun jika hal ini dilaksanakan, silahkan saja karena ini ujung-ujungnya juga soal siapa yang bisa bertahan dan tidak bertahan. Kita mendukung new normal atau model kehidupan baru yang dikembangkan sehingga lebih sehat. Bagi masyarakat mereka bisa berkegiatan normal lagi," tuturnya.

baca juga: Habib Rizieq Positif Covid-19, Sampel Tesnya Ditulis Muhammad R

Ia mengatakan jika standarnya masyarakat harus memakai masker dalam kegiatan harian, maka bagi masyarakat muslim ini tidak akan memberatkan. "Jika standarnya mau pakai masker, bagi muslim tidak akan menggangu mereka bergerak, karena cadar bagian dari budaya muslim. Selain itu, membentuk budaya tentunya tidak hanya berlangsung satu tahun atau dua tahun, tapi butuh paling kurang selama 10 tahun. Seperti apa tahapannya, tentunya ini bergantung pada pemerintah," terangnya.

Namun Budi menegaskan ada hal lain yang lebih menjadi kewajiban pemerintah saat ini selain wacana kebijakan new normal. "Namun yang jelas pemerintah memiliki kewajiban bagaimana mendorong para peneliti di dalam negeri secepatnya menemukan vaksin anti COVID-19," jelasnya.

baca juga: Pasar Murah Dibuka, Dinas Perdagangan Kota Padang Batasi Pengunjung

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kedepan akan banyak lagi ancaman-ancaman dunia yang harus diwaspadai.

"Kita juga harus waspada bahwa kedepannya, perang dunia itu bukan lagi memakai senjata membunuh orang dan kelihatan siapa yang menyerang, tapi lebih kepada senjata-senjata yang silence (diam), namun bisa membunuh ribuan orang sekaligus, seperti COVID-19 atau virus apalagi yang akan terjadi di masa mendatang, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara ini perlu dipertahankan dan dikuatkan lagi oleh pemerintah dalam berbangsa dan bernegara," jelasnya. (*)

baca juga: Terungkap, Ini Jumlah Potongan Paket Sembako Untuk Mantan Mensos

Editor: Fitria Marlina