Objek Wisata di Agam Tutup Selama Libur Lebaran, Pelaku Wisata Konsisten Jalankan PSBB

Salah satu objek wisata yang dikelola swasta tutup selama libur lebaran
Salah satu objek wisata yang dikelola swasta tutup selama libur lebaran (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam memperketat pemantauan konsistensi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di objek wisata yang tersebar di Kabupaten Agam selama dua hari libur lebaran.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Bupati Agam Nomor 480/68/Pro.KP-Ag/2020 tentang pemberlakuan PSBB dan Surat Edaran Bupati Agam Nomor 492/Disparpora-Ag/2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap risiko penularan COVID-19 di tempat wisata.

baca juga: Hari Ini Agam Ditetapkan Jadi Zona Merah COVID-19

Kepala Disparpora Kabupaten Agam Syatria S.Sos, M.Si mengatakan, pemantauan konsistensi tersebut dilaksanakan dengan cara mengawasi kegiatan pada objek wisata yang diharuskan dalam kondisi non operasional untuk sementara waktu.

Pemantauan bukan hanya dilakukan pada objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah saja tapi juga yang dikelola oleh pihak swasta.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

Berdasarkan hasil monitoring, katanya, semua objek wisata tutup. Kunjungan selama libur lebaran ke objek wisata tidak ada. Para pengelola objek wisata yang ada di Kabupaten Agam sangat kooperatif dan memiliki respon positif.

"Mereka ikut menjalankan imbauan Bupati Agam untuk menutup objek wisata untuk sementara waktu," ujar Syatria.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

Selama libur lebaran 1441 H, Dinas Parpora Kabupaten Agam telah menurunkan lima Tim Kerja dibantu oleh Personil Pol PP Agam di objek wisata untuk patroli di objek wisata .

"Informasi terkait penutupan telah kita sebar jauh hari melalui media informasi baik online maupun offline dan telah memasuki tahap kedua sampai berakhirnya PSBB yang direncanakan 29 Mei 2020. Upaya pengetatan penjagaan dan pemantauan saat liburan lebaran ini adalah untuk memastikan tidak ada kunjungan masyarakat yang nantinya dikuatirkan dapat memicu terjadinya transmisi lokal di lokasi objek wisata karena libur lebaran biasanya masyarakat berduyun datang ke objek wisata ," terangnya.

baca juga: WHO: Obat Herbal untuk COVID-19 Diizinkan, Asal Lewat Pengujian

Ditambahkannya lagi, bahwa bagi mereka yang masih tetap nekad berkunjung, akan disuruh balik dengan cara baik-baik sekaligus mengedukasi masyarakat terkait dengan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi.

Kemudian Syatria juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada pengelola objek wisata yang berpartisipasi mencegah penularan COVID-19 dengan tidak membuka usaha/ tempat wisatanya

"Kita juga dibantu Dinas Pol PP dan Damkar, camat, Forkopimca dan wali nagari dalam pemantauan di lapangan," ulasnya.

Lebih jauh dijelaskan Syatria, berdasarkan pantauan selama dua hari libur lebaran di beberapa objek wisata , terlihat spanduk larangan berkunjung terpasang jelas di gerbang dan pintu masuk objek wisata . Tampak juga Tim Kerja dari Dinas Parpora, Pol PP, camat, Forkopimca dan pihak nagari saling berkerjasama memantau objek wisata .

"Kendaraan baik roda dua maupun roda empat terpaksa harus berbalik karena tidak dibolehkan untuk memasuki objek wisata . Begitu juga akses jalan menuju objek wisata seperti Objek Wisata Lawang Park dan Puncak Lawang juga dijaga ketat menggunakan portal oleh masyarakat," pungkasnya.

Editor: Rezka Delpiera