Warga Ngapak Peduli COVID-19 di Ranah Minang

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Komunitas Persatuan Orang Ngapak di ranah minang peduli COVID-19 pada warga Ngapak yang terdampak wabah corona yang telah berlangsung cukup lama di Indonesia.

Sesepuh Komunitas itu yakni Inyiak Sunhadi Sutan Pangeran mengungkapkan bahwa ia bersama teman komunitas lainnya mengumpulkan bantuan sebagai bentuk kepedulian pada warga Ngapak yang berada di minang.

baca juga: Hari Ini Agam Ditetapkan Jadi Zona Merah COVID-19

"Sebenarnya keberadaan Warga Ngapak di Ranah Minang sudah cukup lama kemudian mereka membuat Komunitas-komunitas sendiri seperti PERSOPAK (Persatuan Orang Ngapak), SERULING MAS (Seru Lan Eling Banyumas), Sedulur Ngapak dan sekarang disatukan menjadi ORA NGAPAK ORA KEPENAK. Oleh karena itu kami mengumpulkan bantuan untuk warga Ngapak di minang yang terdampak pandemi corona ," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya Wabah Covid-19 sebagaian warga Ngapak ada yg terdampak wabah tersebut. Ada yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

"Karena melihat hal itu, saya bersama Budi Widiyatmoko Warung Ayam Kalasan dan Warga Ngapak yang tidak terdampak mengumpulkan sebagaian Rezekinya untuk berbagi dengan Warga Ngapak yang Terdampak COVID-19," katanya.

Ia bersyukur karena dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah terkumpul dan selanjutnya bantuan tersebut akan bagikan pada warga Ngapak yang terdampak COVID-19 yang ada di Ranah Minang, khusunya Kota Padang.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

"Ini sebagai bentuk kepedulian sesama warga Ngapak yang ada di Perantauan," katanya lagi.

Ia menjelaskan, ternyata di Ranah Minang juga ada Provinsi NGAPAK. Hal itu menurutnya merupakan sebutan bagi warga Ngapak yg baru bergabung di Ranah Minang, maka mereka akan disambut dengan ucapan "Selamat Datang di Propinsi Ngapak Sumbar".

baca juga: Hari Ini, Ada Penambahan Empat Kasus Positif COVID-19 di Pasaman Barat

"ORA NGAPAK ORA KEPENAK adalah Dialek atau bahasa Jawa Tengah bagian barat perbatasan Jateng dengan Jabar dari mulai Karisidenan Pekalongan (Tegal, Brebes, Pemalang, Batang, Pekalongan) Karisidenan Pekalongan hanya sebagaian yang Ngapak, begitu juga dengan Karesidenan Kedu (Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo & Kebumen) Karesidenan ini hanya Kebumen & sebagaian Wonosobo yaitu Warga Wonosobo yg bersebelahan dengan Banjarnegara," ujarnya.

Ia mengungkapkan ada Karesidenan Banyumas yang merupakan Kabupatenya berdialek Ngapak yaitu Cilacap Purwokerto, Purbalingga dam Banjarnegara.

Menurutnya, asal usul Dialek Ngapak ini diawali pada abad ke-3 Sebelum Masehi Pendatang dari Kerajaan Kutai mendarat di tanah jawa tepatnya di Cirebon. Kemudian mendiamin lereng Gunung Ciremai yang kemudian menjadi Peradaban Sunda dan sebagaian mendiami lereng Gunung Selamet.

Pendatang Kutai yg mendiami lereng Gunung Selamet kemudian mendirikan Kerajaan Galuh Purba, Kerajaan Galuh Purba inilah yang menjadi cikal bakal kerajaan kerajaan di Tanah Jawa.

"Begitulah sedikit cerita sejarahnya," tuturnya.

Editor: Khadijah