Momen Lebaran, Polres Payakumbuh Tangkap Dua Pelaku Penipuan Jual Beli Batu Delima

Polres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat siaran pers di Mapolres Payakumbuh
Polres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan saat siaran pers di Mapolres Payakumbuh (Istimewa)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil amankan dua orang pelaku penipuan dengan modus menjual batu merah delima palsu. Penangkapan kedua pelaku yang bermain peran dalam melancarkan aksinya ini dilakukan pada Selasa 26 Mei 2020 kemarin.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan kedua orang tersangka ini adalah Dede Mulyadi alias Ngulu (33) warga Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau dan Gusma Yodi alias Doyok (40), warga Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Ia menjelaskan kedua tersangka tertangkap di sekitar kediamannya.

baca juga: Dua Pekan Jelang Idul Adha, Kadis Pangan Payakumbuh Sebut Harga Sembako Stabil

"Keduanya kami tangkap kemarin beserta barang bukti berupa satu buah batu merah delima palsu, satu buah kendi kecil tempat penyimpanan batu merah delima, satu unit motor dan dua unit telepon genggam," kata Kapolres Payakumbuh didampingi Kasat Reskrim AKP M Rosidi dan Kanit Tipiter Ipda Fika Putri.

Ia menjelaskan kedua pelaku telah berhasil melakukan penipuan sebanyak empat kali dengan cara bermain peran. Menurut pengakuan pelaku, mereka telah beraksi di beberapa lokasi seperti di Masjid Muhammadiyah Kota Payakumbuh , Rumah Sakit Umum Adnaan WD Kota Payakumbuh dan Halte Ngalau Koto Nan IV Kota Payakumbuh dan Pasar Padang Luar Kabupaten Agam.

baca juga: Tak Puas dengan Infrastruktur, Warga Payakumbuh Bisa Lapor Melalui Singatur

"Dari empat TKP tersebut pelaku berhasil membawa kabur barang milik korban berupa handphone, uang tunai dengan total 10 juta Rupiah dan cincin emas," ujar AKBP Dony Setiawan.

Kapolres menambahkan atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara. Ia menjelaskan pihaknya mensinyalir pelaku tidak hanya melakukan aksi di beberapa lokasi tersebut tapi telah melakukan aksi di beberapa lokasi lainnya.

baca juga: Sistem PPDB Tahun Ini Bikin Pelajar Terancam Putus Sekolah, Mario Syahjohan: Harus Segera di Evaluasi

"Untuk itu, kami meminta agar masyarakat yang merasa tertipu dapat melapor ke pihak kepolisian. Kita mengimbau agar warga untuk mewaspadai modus seperti ini dan hati-hati berinteraksi dengan orang yang baru dikenal, jangan mudah diperdaya," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri