Modus Penipuan Batu Delima Palsu, Ini Penjelasan Kapolres Payakumbuh

Kedua pelaku penipuan usai ditangkap Polres Payakumbuh
Kedua pelaku penipuan usai ditangkap Polres Payakumbuh (Istimewa)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Pasca ditangkap kemarin, Selasa 26 Mei 2020 Kapolres Payakumbuh ungkap modus pelaku penipuan penjual batu merah delima palsu. Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku bermain peran dengan tidak saling kenal.

Kapolres Payakumbuh mengatakan hasil pemeriksaan kepada kedua pelaku Dede Mulyadi (33 tahun) alias Ngulu dan Gusma Yodi (40 tahun) alias Doyok mengatakan mereka beraksi dengan cara bersandiwara dan pura-pura tidak saling kenal. Salah seorang pelaku yaitu Ngulu bertugas sebagai penjual batu merah delima.

baca juga: Tak Yakin Tuntas di Masanya, Riza Falepi Ingin Jadi yang Memulai Pembangunan Masjid Raya Payakumbuh

"Dede alias Ngulu bertugas menawarkan batu merah delima kepada korban dan Gusma berperan sebagai masyarakat yang pura-pura ingin membeli dan meyakinkan korban bahwa batu tersebut berharga mahal serta memiliki kekuatan msitis dan banyak khasiatnya," kata AKBP Dony Setiawan

Ia menambahkan kedua pelaku kemudian meyakinkan calon pembeli dengan seolah batu tersebut asli. Caranya dengan menekan batu tersebut dengan dua jari dan dimasukkan ke dalam air.

baca juga: Pendistrian Jalan di Payakumbuh Tidak Hanya untuk Perwajahan Kota

"Kedua batu merah delima palsu tersebut menyala apabila ditekan dengan kedua jari ataupun bila dimasukkan ke dalam air karena di dalamnya ada baterai. Begitu cara kedua pelaku meyakinkan korban dan di sinilah peran Gusma yang meyakinkan korban tentang khasiat batu tersebut dan pura-pura ikut akan membelinya," katanya.

Kemudian setelah korban terpengaruh maka sebagai syarat pembelian, korban diajak salat sunat terlebih dahulu di masjid secara bergantian dengan ketentuan tidak boleh membawa barang bawaan. Sehingga untuk meyakinkan korban, yang pertama salat adalah Gusma yang berperan pura-pura juga sebagai pembeli.

baca juga: Sekolah di Payakumbuh Akan Kembali Dibuka Mulai 13 Juli, Ini Penjelasan Disdik

"Pelaku Gusma menitipkan barang bawaannya kepada korban dan dilanjutkan dengan korban salat dengan menitipkan barang bawaannya kepada Gusma. Setelah korban salat, kedua tersangka kabur membawa barang bawaan milik korban," ujarnya.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan menerangkan bahwa kedua pelaku telah berhasil melakukan penipuan sebanyak empat kali dengan cara bermain peran di beberapa lokasi berbeda. Kapolres Payakumbuh menambahkan atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara.

baca juga: Kapolri Nyatakan Polisi Terjerat Narkoba Harus Hukuman Mati

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani