Hindari Bantuan Ganda, Puluhan Rumah Warga di SAPAKU Payakumbuh Ditempel Stiker

Pendamping PKH Renti bersama Ketua KPM Tando Wati saat akan menempelkan stiker di rumah warga penerima manfaat PKH
Pendamping PKH Renti bersama Ketua KPM Tando Wati saat akan menempelkan stiker di rumah warga penerima manfaat PKH (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Puluhan rumah warga Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang dipasang stiker, Rabu 27 Mei 2020. Pemasangan stiker ini dilakukan oleh Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Payakumbuh Selatan Renti bersama Ketua KPM Tando Wati.

Renti mengatakan untuk jumlah penerima manfaat PKH tercatat sebanyak 342 Kepala Keluarga (KK). Ratusan KK ini terbagi dalam 6 kelurahan yang ada di Kecamatan Payakumbuh Selatan.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

"Beberapa kecamatan yang ada penerima manfaat PKH yaitu Kelurahan Balai Panjang sebanyak 56 KK, Kapalo Koto 53 KK, Limbukan 51 KK, Padang Karambia 58 KK, Sawah Padang Aua Kuniang (SAPAKU) 77 KK, dan Koto Tuo Limo Kampuang 47 KK," kata Renti usai menempelkan stiker bertuliskan Program Keluarga Harapan dan Sembako.

Ia menjelaskan penempelan stiker tersebut bertujuan untuk menandakan warga penerima manfaat PKH dengan warga non PKH. Sehingga nantinya pemerintah dapat dengan mudah mengetahui warga yang telah mendapatkan bantuan.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

"Nanti kalau ada bantuan pemerintah lainnya maka rumah yang memiliki stiker tidak dapat lagi bantuan tersebut karena telah menerima atau menjadi anggota PKH. Semua ini agar tidak ada nantinya penerima bantuan yang ganda," ujar Renti.

Ia berharap warga yang rumahnya dipasang stiker PKH maupun Sembako untuk tidak merusak apalagi mencopot stiker penanda tersebut. Sebab akan berdampak dan memiliki konsekuensi yang berat.

baca juga: WHO: Obat Herbal untuk COVID-19 Diizinkan, Asal Lewat Pengujian

"Jangan dicopot atau di rusak. Sebab kalau dilanggar maka status penerima PKHnya bisa dicabut. Tujuannya sebenarnya untuk mempermudah pemerintah dalam menyalurkan bantuan," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera