BLT Kabupaten Agam Mulai Disalurkan, Indra Catri: Ini Melengkapi Bantuan Sebelumnya

Bupati Agam Indra Catri menyalurkan BLT kabupaten secara simbolis di Nagari Pasia Laweh
Bupati Agam Indra Catri menyalurkan BLT kabupaten secara simbolis di Nagari Pasia Laweh (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Hari ini, Pemkab Agam mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari APBD Agam . Bantuan senilai Rp 600.000 per kepala keluarga (KK) itu disalurkan kepada 32.733 KK.

Bantuan ini melengkapi beberapa jenis bantuan yang telah disalurkan pemerintah dalam menghadapi Pandemi COVID-19. BLT direncanakan akan disalurkan selama tiga bulan ke depan

baca juga: Warga Pasbar Sudah Boleh Gelar Resepsi Pernikahan, Ini Syaratnya

"Bantuan mulai kita salurkan hari ini kepada 32.733 KK (22 persen dari KK yang ada di Agam . Direncanakan akan rampung pada minggu pertama Juni," kata Bupati Agam Indra Catri pada KLIKPOSITIF , Rabu 27 Mei 2020.

Sebelumnya, pada bulan pertama menghadapi pandemi COVID-19, Pemkab Agam sudah menyalurkan bantuan beras, sayur, garam dan buahan. Bantuan ini menyasar sekitar 28 persen KK yang terdaftar dalam DTKS dengan memanfatkan dana APBD Kabupaten Agam .

baca juga: KKN di Tengah Pandemi, Mahasiswa KKN UNRI di Pessel Bagi-bagi Masker

Sejalan dengan itu, juga disalurkan bantuan untuk masyarakat terkena dampak COVID-19. Seperti mubaligh, guru mengaji, guru TPA/MDA, garin masjid, guru honor, operator sekolah, penjaga sekolah, pegiat wisata, pelaku seni dan budaya, wartawan, dan pegawai THL sebanyak 9849 Orang.

Tercatat juga bantuan yang diberikan oleh para donatur dan pihak ketiga seperti Organisasi Perantau masing masing nagari, Ikatan Alumni Sekolah, perusahaan dan donatur lainnya yang penyebarannya dilakukan sesuai dengan aspirasi para donatur tersebut.

baca juga: Pasien COVID-19 Sumbar Banyak Sembuh, Karantina Hanya Tinggal di BPSDM

"Memasuki bulan kedua, kita juga akan menyalurkan bantuan tahap kedua yaitu berupa Bantan Langsung Tunai ( BLT ) yang akan menyasar sekitar 65 persen dari jumlah KK," ujarnya.

Bantuan yang disalurkan berasal dari PKH Kemensos sekitar 13 persen dari jumlah KK, BST dari Kemensos sekitar 14 persen, BLT dari Provinsi sekitar 7 persen, BLT dana desa/nagari sekitar 8 persen, BLT Kabupaten Agam sekitar 22,2 persen dan donatur sekitar 1 persen.

baca juga: Diisolasi Hampir Dua Bulan, Seorang Nenek di Solsel Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

Kecuali bantuan yang bersasal dari BLT kabupaten, dijelaskan indra Catri, menjelang Idul Fitri seluruh jenis bantuan telah disalurkan. Rinciannya, PKH Kemensos sekitar 13 persen dari jumlah KK (rampung), BST Kemensos sekitar 12 persen dari jumlah KK (sesuai tahapan dari pusat), BLT provinsi sekitar 7 persen (rampung), BLT dari Dana Desa sekitar persen (rampung) dan Bantuan dari pihak ke-3 sekitar 1 persen (berlanjut)

"Dengan demikian tercatat sudah 41 persen dari total dana yang akan disalurkan (43 persen) dari jumlah KK. Sisanya, sekitar 2 persen akan tuntas disalurkan sampai akhir Mei 2020," terangnya.

Bupati yang akrab disapa IC ini menjelaskan alasan menyalurkan BLT kabupaten pada saat terakhir.

"Pertimbangan kita menggenapi sasaran BLT yang lainnya, menutup pengurangan sasaran akibat perubahan regulasi dari BLT yang ada. Serta menampung sasaran baru yang dinilai berhak mendapat bantuan namun belum terdata oleh tim survey pemerinah nagari," bebernya.

Saat penyerahan BLT Kabupaten Agam di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah, IC menjelaskan bahwa, Kabupaten Agam sengaja merubah salah satu jenis bantuan beras dan sembako yang diberikan pada bulan pertama menjadi BLT pada bulan ke-2 ini dalam rangka melengkapi pemberian bantuan terhadap masyarakat yang terdampat COVID-19 di Kabupaten Agam , khususnya yang belum terakomodir dalam 5 jenis BLT terdahulu.

"BLT Kabupaten ini diharapkan dapat menggenapi sekaligus menuntaskan pemberian bantuan kepada masyarakat yang betul-betul berhak mendapatkannya, yang sudah diputuskan oleh Pemerintahan Nagari melalui Musyawarah Nagari Khusus," terang Indra Catri .

Lebih lanjut Indra Catri meminta kepada seluruh aparatur terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten Agam sampai Ke nagari agar betul-betul menuntaskan pemberian bantuan ini secara transparan. Hal ini dibuktikan dengan pemasangan stiker sesuai dengan jenis bantuannya.

"Saya melihat masih banyak rumah masyarakat penerima bantuan yang belum dipasang stiker sesuai dengan jenis bantuannya. Kepada seluruh masyarakat diminta bersabar menunggu gilirannya, tidak perlu ribut-ribut, ndak buliah curang, hindari fitnah, hindari ghibah, jan basiarak, tetap dirumah sajo. semoga corona ini cepat tuntas di Kabuaten Agam ," pungkas Indra Catri .

Editor: Rezka Delpiera