Korban Jiwa Akibat Pandemi Corona di AS Lebih dari 100 Ribu Jiwa

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Korban jiwa akibat pandemi corona di Amerika Serikat telah mencapai 100 ribu jiwa lebih. Data itu diungkap Johns Hopkins Coronavirus Resource Center.

Selain menjadi negara dengan jumlah korban tewas karena corona terbanyak di dunia, Amerika juga mencatatkan diri sebagai negara dengan kasus positif terbanyak. Terhitung ada lebih 1,6 juta positif corona di AS, berdasarkan Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Rabu (27/05). AS menjadi satu-satunya negara dengan kasus positif lebih satu juta.

baca juga: PT Semen Padang Bersama 41 BUMN di Sumbar Salurkan 10 Ribu Masker untuk Masyarakat

100 ribu korban jiwa itu mengingatkan pada berbagai momen kelam masa lampau di Amerika Serikat . Jumlahnya setara dengan korban pandemi flu yang mengguncang Amerika pada 1968, dan terus mendekati angka 116.000: jumlah korban tewas karena pandemi flu satu dekade sebelumnya. Pandemi corona di Amerika juga telah menjadi bencana kesehatan terburuk sejak Pandemi Flu 1918, yang menewaskan 675.000 warga Amerika.Psikolog dari Hope College, Michigan, Daryl Van Tongeren, kepada kantor berita Associated Press menilai banyak warga Amerika saat ini, tidak begitu memahami betapa masifnya jumlah kematian 100 ribu itu. "Karena terlalu sering mendengar kematian, otak kita jadi tak sanggup lagi memaknainya. Bahkan jadi bebal. Empati kita bahkan perlahan lenyap," kata Van Tongeren.

Meskipun jumlah kematian tinggi, sejumlah wilayah di Amerika mulai kembali dibuka. Misalnya ibukota Amerika, Washington DC yang mencabut kebijakan 'di rumah aja' pada Jumat (29/05) ini. Dengan masuk fase 1 pembukaan: restoran, salon dan berbagai aktivitas sudah mulai bisa dilaksanakan, walau dengan berbagai syarat dan jauh dari kata 'normal' -- restoran hanya boleh melayani pengunjung di luar, dengan jarak meja minimal dua meter.

baca juga: Libur Panjang, Polres Payakumbuh Tingkatkan Pengawasan di Objek Wisata

Selain itu, pusat hiburan anak Walt Disney World di Florida, salah satu jantung wisata paling populer di Amerika, akan dibuka secara terbatas mulai pertengahan Juli.

Editor: Ramadhani