Negara-negara ASEAN Wajib Siaga dan Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Antisipasi gelombang kedua virus Corona wajib dilakukan oleh negara-negara di Asia Tenggara, di tengah pelonggaran karantina dan pembatasan sosial.

Dilansir Anadolu Agency, negara-negara ASEAN harus menjaga keseimbangan antara tindakan relaksasi lockdown dan mencegah kembali peningkatan Covid-19.

baca juga: Hari Ini Agam Ditetapkan Jadi Zona Merah COVID-19

Untuk itu, Pusat Kedokteran Militer ASEAN (ACMM) mengadakan pertemuan virtual yang dihadiri perwakilan militer dari 10 negara anggota ASEAN, Amerika Serikat, Selandia Baru, India, Jepang, Cina, Rusia, Korea Selatan, dan Australia.

Sekjen ACMM Mayor Jenderal Pramote Imwathana yang berasal dari Thailand mengatakan pertemuan digelar untuk berbagi pengalaman masing-masing negara-negara berperang melawan pandemi.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

Pramote juga mengatakan forum ini menandai dimulainya kerja sama lintas batas yang akan membantu membendung wabah.

"Kita perlu memberantas Covid-19 dari wilayah ini," ujar dia.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

Pramote mengatakan setiap negara ASEAN memiliki program penanggulangan krisis yang dilaksanakan dengan dukungan angkatan bersenjata.

Dia mencontohkan di Thailand, banyak fasilitas karantina dilakukan dengan keterlibatan relawan kesehatan .

baca juga: Hari Ini, Ada Penambahan Empat Kasus Positif COVID-19 di Pasaman Barat

Hal ini, kata dia, artinya kerja sama sipil-militer dapat dilakukan untuk menyaring virus di antara para warga yang baru kembali dari luar negeri.

Pramote juga mengingatkan negara ASEAN untuk menjalankan keseimbangan antara tindakan relaksasi lockdown dan mencegah kembali peningkatan Covid-19.

Menurut data John Hopkins University, Amerika Serikat, total infeksi Covid-19 di ASEAN mencapai 83.266 kasus dengan 2.580 kematian.

Singapura masih unggul dalam jumlah kasus infeksi di Asia Tenggara sebesar 32.876 dengan 23 kematian.

Sedangkan Indonesia berada di posisi kedua dengan 23.851 kasus dengan 1.473 kematian.

Editor: Eko Fajri