Polres Lima Puluh Kota Belum Bisa Kirim Narapidana ke Lapas, Ini Alasannya

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Sri Wibowo.
Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Sri Wibowo. (Taufik Hidayat/KLIKPOSITIF)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Polres Lima Puluh Kita belum bisa mengirimkan narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Payakumbuh. Sejauh ini, terdapat sebanyak 20 narapidana yang masih mendekap di Polres Lima Puluh Kota dan 12 diantaranya merupakan titipan atau tahanan dari kejaksaan.

Kapolres Lima Puluh Kota , AKBP Sri Wibowo mengatakan, narapidana tersebut belum dapat dikirim karena belum memenuhi syarat yang sesuai dengan protokol kesehatan.

baca juga: Kampung Sarugo Lima Puluh Kota Masuk Nominasi API 2020, Ini Komentar Pelaku Wisata

"Mereka belum dikirim (ke Lapas) karena pandemi COVID-19 ini, narapidana baru bisa dikirim setelah melalui protokol kesehatan. Nantinya setelah melalui protokol kesehatan dan dinyatakan bisa untuk dikirim ke lapas akan langsung kita kirim," kata AKBP Sri Wibowo, Kamis (28/5).

Penundaan pengiriman tahanan baru ke Rutan Krui sesuai denganSurat Edaran Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: M.HH.PK.01.01.01-03, tanggal 24 Maret 2020 perihal pencegahan dan pengendalian penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Lapas/Rutan.

baca juga: Ada Jembatan Air Mata Yakub di Koto Tinggi Lima Puluh Kota, Begini Kisahnya

AKBP Sri Wibowo menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Lapas terkait semua hal termasuk untuk makan dan minum dari narapidana tersebut.

"Makan dan minum dari tahanan itu kan telah masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Dirjen Kemenkumham," ujarnya.

baca juga: UMSB Bantu Tempat Cuci Tangan di Kampung Sarugo Koto Tinggi Lima Puluh Kota

Sementara itu, Kepala Lapas kelas II B Payakumbuh Muhamad Kameily mengatakan, seluruh makan dan minum dari tahanan yang masih belum bisa dikirim ke Lapas memang menjadi tanggung jawab pihkanya.

"Yang jelas itu kita terus berkoordinasi dengan Kapolres Payakumbuh dan Limapuluh Kota terkait berapa jumlah warga binaan yang belum dapar dikirim ke Lapas," ujarnya. (*)

baca juga: Izin Tinggal WNA di Lima Puluh Kota Diperpanjang Otomatis, Ini Alasannya

Editor: Taufik Hidayat