BLT COVID-19 APBD Kota tak Kunjung Cair, Riza Minta Warga Payakumbuh Bersabar

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi. (Taufik Hidayat/KLIKPOSITIF)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi meminta warganya untuk bersabar menunggu realisasi pencairan bantuan langsung tunai (BLT) COVID-19 yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Payakumbuh .

Sampai saat ini, bantuan untuk masyarakat terdampak COVID-19 dari APBD Kota Payakumbuh memang belum dicairkan oleh pemerintah daerah setempat. Hal itu mulai menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat karena beberapa daerah lain sudah melakukan pencairan BLT COVID-19 yang anggarannya berasal dari APBD.

baca juga: Agam Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Terendah dalam Sepekan Terakhir

"Apa salahnya bersabar, dananya tidak kemana-mana. Sebentar lagi sekolah bakal dibuka kembali, sehingga bantuan ini tentu bisa juga mengakomodir kebutuhan sekolah anak-anak selain kebutuhan sembako, jadi ini semoga bisa meringankan sebagian persoalan warga Payakumbuh ," kata Riza Falepi , Kamis (28/5).

Dikatakannya, sampai sejauh ini pihaknya belum menentunkan besaran dana BLT yang akan diterima warga. Pemko Payakumbuh terlebih dahulu akan menuntaskan penyaluran dana dari pusat dan provinsi.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

"Besarannya belum kita tentukan sesuai ketersediaan anggaran COVID-19 yang ada. Kita belum mencairkan anggaran karena adanya bantuan dari pusat dan provinsi yang harus diakomodir terlebih dahulu agar tidak terjadi over lap (data ganda)," katanya.

Berdasarkan estimasi yang sudah disusun, lanjut Riza, BLT dari APBD Kota Payakumbuh itu akan direalisasikan pekan depan.

baca juga: WHO: Obat Herbal untuk COVID-19 Diizinkan, Asal Lewat Pengujian

"Sekarang ada aspirasi dari DPRD untuk memasukkan sebanyak 12.107 KK. Kita bisa saja mengakomodir sebanyak itu, tapi anggaran yang ada tidak mencukupi bila diberikan Rp600 ribu perbulan. Artinya kalau banyak jumlah KK penerimanya, maka BLT yang didapat lebih sedikit per KK, karena anggarannya tidak bisa dinaikkan lagi," pungkas Riza. (*)

Editor: Taufik Hidayat