Usai Diperiksa Polda Sumbar, Bupati Agam Mengaku Tak Mengetahui Akun Facebook yang Dilaporkan

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bupati Agam Indra Catri memenuhi panggilan penyidik Subdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar , Jumat (29/5/2020).

Kedatangannya tersebut, dalam rangka pemeriksaan dugaan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi melalui postingan Facebook di akun Mar Yanto yang diduga palsu (bodong), atas laporan Refli Irwandi (40), pada Kamis (4/5/2020) dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr.

baca juga: Polda: Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mulyadi Sudah P-21

Bupati Agam Indra Catri usai diperiksa mengatakan, kedatangannya ke Mapolda Sumbar untuk dimintai keterangan. "Sebagai warga negara yang baik, saya wajib dong datang, apalagi yang ikut diperiksa pegawai saya, pegawai Pemda, Sekda juga, jadi pertanggungjawaban itu," katanya, Jumat (29/5/2020).

Indra Catri menambahkan, dirinya tidak banyak diajukan pertanyaan oleh penyidik, namun soal materi pertanyaan silahkan tanya saja ke penyidik. "Pemeriksaan dimulai dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB sudah selesai," ujarnya lagi.

baca juga: Pengurus Pokdarkamtibmas Sumbar Dikukuhkan, Siap Meminimalisir Tindak Kejahatan

Terkait akan ada pemanggilan selanjutnya, Indra Catri menjawab, tidak tahu. "Saksi itu tidak tahu ya, apakah akan dipanggil lagi," tuturnya.

Indra Catri mengaku, terkait akun Facebook yang dilaporkan tersebut, ia tidak mengetahui sama sekali. "Gak tau, cukup ya," sebutnya sembari meninggalkan gedung Mapolda Sumbar.

baca juga: Bupati Indra Catri Terima Anugerah KPAI 2020

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) terus melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan pencemaran nama baik anggota DPR-RI Mulyadi.

Setelah memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Martias Wanto kemarin. Hari ini pemeriksaan dilakukan terhadap Bupati Agam Indra Catri .

baca juga: Besok Operasi Patuh Singgalang 2020 Digelar, Ini Prioritas Pelanggaran yang Bakal Ditindak

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, status Bupati Agam dalam pemeriksaan sama dengan Sekda yaitu sebagai saksi.

"Bentuk pencemaran nama baik yang dilakukan, di akun Facebook tersebut mengunggah gambar dengan kata-kata yang tidak pantas, tetapi kami tidak menyampaikan karena ini masih dalam penyelidikan," kata Satake di Mapolda Sumbar, Jumat (29/5/2020).

Satake menambahkan, masih ada beberapa saksi yang akan diperiksa oleh penyidik. "Jumlah saksi ada 13 orang, namun belum selesai semua, masih dalam proses," ujarnya.

Satake menyebutkan, alur dari akun Facebook bodong hingga memeriksa pejabat Kabupaten Agam , Satake menjawab itu proses penyelidikan.

"Mungkin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) yang mengembangkan dan melakukan pemeriksaan seperti itu," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal